Kamis, 03 Februari 2011

SELEKSI BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY

Seleksi Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery
Seleksi bibit adalah kegiatan mengidentifikasi dan kemudian mengeliminasi ( memusnahkan ) semua bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang benar-benar sehat dan bermutu baik. Oleh karena itu seleksi harus dilakukan dengan ketat, cermat dan hati-hati sehingga bibit yang dikirim untuk di tanam adalah bibit yang terbaik, serta harus dilaksanakan oleh petugas yang terlatih dan berpengalaman.
Pada akhir tahap Pre Nuresery, kecambah yang normal sudah memiliki 3 sampai 4 helai daun leanceolatus, ( daun yang belum membuka ). Pada saat terbuka sempurna, daun menjadi lebih panjang kira-kira 20 – 25 cm dan lingkar batang mencapai 4 cm.

Seleksi di Pre Nursery

Seleksi ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu :
Tahap I : Umur 2 - 4 minggu
Tahap II : Sesaat sebelum dipindahkan ke largebag ( Tahap Main Nursery ) yaitu pada unur 3 – 3.5 bulan
Besarnya seleksi pada masa Pre Nursery yang direkomendasi PT Socfind Indonesia adalah 14 % termasuk kecambah yang mati / rusak dalam perjalanan, kesalahan dalam penanaman dan bibit yang tumbuh abnormal akibat dari kelainan genetik Bibit hasil seleksi harus segera dimusnahkan.

Bibit yang diseleksi pada masa pre nursery
adalah sebagai berikut :
Bibit berputar / melintir ( twisted leaf )

Ini terjadi karena salah dalam menanam kecambah, atau penanaman terbalik sehingga daun berputar dan batang melintir. Mungkin juga akibat terkontaminasi herbisida yang mengandung hormon.
 
Daun sempit seperti rumput ( grass leaf )
Bentuk daun sempit dan tegak seperti rumput
 
Daun bergulung ( roller leaf )
Helaian daun bergulung sepanjang aksis vertikal, sehingga tampak seperti duri besar ( spike )
 
Daun berkerut ( crinkle leaf )
Bibit dengan pertumbuhan lamina terhambat di bagian tengah sehingga menyebabkan daun berkerut. Ini bisa terjadi karena adanya faktor genetis atau faktor rangsangan dari luar. Faktor rangsangan dari luar seperti kekeringan, akan menghambat pertumbuhan akar sehingga bibit berkerut. Penyiraman bibit yang cukup dan teratur seharusnya dapat memulihkan bibit dari kondisi ini. Untuk memastikan bibit berkerut karena faktor genetik, sulit di lakukan pada tahap perkembangan awal. Maka seleksi sebaiknya ditunda sampai bibit berumur sekitar 6 bulan. Pada saat bibit berumur 6 bulan, bibit berkerut yang disebabkan oleh rangsangan dari luar akan dapat pulih. Gejala bibit berkerut juga bisa disebabkan oleh defisiensi Boron.
 
Daun tidak membuka ( colante )
Helai daun bersatu, tidak terbuka atau hanya terbuka sebagian. Jika hal ini ditemukan dalam jumlah besar, kemungkinan adalah karena kekuarangan air. Sebaiknya lakukan dulu penyiraman yang cukup dan teratur. Setelah itu baru boleh dimusnahkan jika tidak ada perubahan. Kondisi ini bisa juga disebabkan oleh serangan hama serangga, terkontaminasi bahan kimia atau defisiensi Boron.
 
Bibit terkena penyakit
Bibit yang terserang penyakit Blast dan Curvularia kategori berat, sebaiknya dismusnahkan saja. Jika bibit terserang penyakit dalam jumlah nesar , segera adakan pengendalian penyakit.
 
Daun dengan strip kuning ( Chimaera )
Pada helaian daun terdapat bagian berwarna kuning berbentuk strip atau pita. Kondisi ini bisa terjadi di semua umur tanaman. Bahkan baru muncul setelah ditanam di lapangan. Hal ini terjadi karena faktor genetik, dimana bagian tertentu tidak mengandung klorofil.
 
Tanaman kerdil ( Runt )
Secara keseluruhan bentuk bibit termasuk dala kategori normal, tetapi ukuran bibit jauh lebih kecil. Selain terjadi karena faktor genetik, hal ini juga terjadi karena faktor lingkungan, seperti media tanah yang tidak memenuhi syarat : tanah tidak berasal dari top soil; tanah banyak mengandung liat, kayu dan batu, bekas bakaran atau tanah tersebut telah terkontaminasi herbisida. Bibit kerdil juga disebabkan kekurangan nitrogen sebagai akibat bibit tergenang air.

Sumber : http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2099726-seleksi-bibit-kelapa-sawit-di/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar