Kamis, 20 Januari 2011

PANEN KELAPA SAWIT

1. Pengrtian Panen
Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai criteria matang panen, mengumpulkan dan mengutipbrondolan serta menyusun tandan di tempat pengumpulan hasil (TPH).
Tujuan panen adalah untuk memanen seluruh buah yang sudah matang panen dengan mutu yang baik secara konsisten sehingga potensi produksi minyak dan inti sawit maksimal dengan dicapai. Oleh karena itu, bila terjadi ada buah matang yang tidak terpanen, mutu buah yang tidak sesuai dengan criteria matang panen dengan buah yang dipanen tidak dapat segera dikirim kepabrik, agar segera dicari solusinya.
Manajemen kebun bertugas untuk memanen semua buah matang yang ada dan mengirimnya ke pabrik pada saat kualitas buah optimum untuk mendapatkan kualitas minyak dan inti sawit yang maksimum. Buah yang dipanen hari ini harus sampai di pabrik hari ini juga.

2. Sistim Panen
 2.1 Kriteria Matang Panen
Kriteria matang panen adalah persyaratan kondisi tandan yan ditetapkan untuk dipanen. Kriteria matang panen TBS yaitu 5 Brondolan segar per tandan di piringan.
Brondolan di piringan yang kecil ukurannya (partenocarp), brondolan kering atau yang sakit tidak bisa dijadikan dasar sebagai kriteria matang panen. Halini didasarkan pada pertimbangan:
* Rendemen minyak sawit dan rendemen inti sawit serta perolehan total minyak dan inti sawit.
* Kehilangan brondolan di lapangan karena diambil atau dicuri serta tidak terkutip (di gawangan dan terutama di piringan) dapat diminimalkan.
* Kemudahan bagi pemanen dalam mengutip brondolan sehingga yang tidak terkutip dapat ditekan seminimal mungkin.
Bila dipokok dijumpai tandan yang membrondol < 5 butir tandan belum dipanen. Dengan tidak memanen tandan yang berondolannya < 5 butir di piringan secara konsekwen maka komposisi kemantangan buah yang dipanen sampai ke PKS ( Pabrik Kelapa Sawit) akan sangat baik. Demikian juga mengenai jumlah pelepah dipokok dapat dipertahankan 48-56 helai karena pelepah baru di turunkan setelah tandan matang. Kondisi seperti ini dalam jangka panjang sangat berpengaruh terhadap produksi.



2.2 Komposisi TBS
Komposisi (%) kematangan TBS yang ideal untuk diolah di pabrik :
Fraksi
Komposisi (%)
Kematangan
00
0
Tidak dibenarkan
0
0
Tidak dibenarkan
1
15
Kurang ideal
2, 3, 4
80
Ideal
5
5
Tidak ideal
6
0
Tidak dibenarkan
Brondolan
12,5
Ideal <15,5 % terhadap berat
Kotoran
0,1
Tidak dibenarkan >0,1 %
Tabel : Komposisi TBS yang ideal untuk diolah
2.3 Rotasi Panen
Rotasi panen di kebun diatur dan disesuaikan dengan hari kerja pabrik. Rotasi panen kelapa sawit secara umum adalah:
- Pusingan 5/7 :5 hari memanen dengan rotasi 7 hari (Senin – Jum’at)
- Pusingan 6/7 :6 hari memanen dengan rotasi 7 hari (Senin – Sabtu) biasanya hanya dilakukan waktu musim panen puncak.

3. Organisasi Panen
3.1 Struktur Organisasi
Skema Organisasi Panen Di Kebun.
Manajer
KD Tanaman
Asisten Afdeling
Mandor 1
Mando Panen + P2B
Mandor Panen + P2B
Mandor Pemeliharan
Mandor Pemeliharn
Pemanen
15 – 20 Orang
Pemanen
15 – 20 Orang
 
3.2 Tanggung Jawab
Setiap masing – masing petugas memiliki tanggung jawabnya sendiri mulai dari pemanen sampai manejer.
Adapun tanggung jawab petugas terkait dengan panen, yaitu:
3.2.1 Pemanen
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan
* Mutu buah panen
* Susunan cabang / pelepah
* Tangakai cangkem kodok karena dapat menghindari losis minyak di pabrik
* Buah dipanen dikumpul di TPH
* Hindarkan cabang sengkeleh, terkena egrek
* Menomori setiap tandan
3.2.2 Tukang Muat
* Buah F00 / F0 yang tidak bernomor
* Kebersihan brondolan di TPH
3.2.3 Sopir
* Buah sampai di pabrik
3.2.4 P2B (Petugas Pemeriksa Buah)
* Mutu buah panen di TPH bila F00, F0 dicross dan TBS bagus diceklis
* Kebersihan brondolan di TPH setelah buah diangkut
* Tangkai panjang / cangkem kodok
* Buah tidak bernomor
* Membuat laporan mutu dan jumlah buah
3.2.5 Mandor Panen
* Menghitung kerapatan panen untuk membuat rencana panen besok harinya.
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan dipiringan / gawangan
* Susunan cabang / pelepah
* Buah dipanen tidak dikumpul di TPH
* Cabang sengkleh terkena egrek
* Membuat laporan panen harian (PB24)
* Melaporkan situasi umum kondisi blok yang dipanen
3.2.6 Mandor 1, Asisten Tanaman dan Kepala Dinas (KD)Tanaman
* Mutu buah panen di TPH
* Tangkai cangkem kodok
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan dipiringan
* Susunan cabang / pelepah
* Buah dipanen tidak dikumpul di TPH
* Cabang sengkleh terkena egrek
* Mempersiapkan kendaran angkut sesuai kebutuhan
* Membuat evaluasi dan rencana panen di afdeling
3.2.7 Manejer
* Konsistensi pelaksanaan panen
* Sortasi di loading ramp (sebagai cross check pelaksanaan panen)
* Evaluasi pelaksanaan sistim panen

4. Pengaturan Panen
4.1 Pembagian Kapveld
Kapveld yaitu luas areal panen harian. Luas afdeling dibagi 5 atau 6 kapveld dalam I minggu (7 hari), maka pusingan setiap kapveld 7 hari.
Contoh :
Luas afdeling = 800 ha (50 blok@16 ha) seluruhnya TM.
Hari kerja panen Senin – Kamis @ 7 jam = 28 jam
Jum’at = 5 jam
Jumlah = 33 jam / minggu
Pembagian kapveld I-IV = 7hari/33jam x 50 blok atau 11 blok.
(untuk hari Senin – Kamis @170 Ha atau 11 blok / hari sedangkan pada hari Jum’at panen hari pendek hanya 6 blok)

4.2 Hancak Panen
Hancak panen adalah luas areal yang menjadi tanggung jawab setiap panen / harinya.
Hancak panen terdiri dari : 

4.2.1 Hancak Tetap
Hancak tetap pada sistim ini pemanen dan areal panen tetap. Cara penentuan luas hancak seorang pemanen didasarkan pada :
1. Kerapatan buah matang
2. Kapasistas pemanen
3. Topografi areal
4. Ketinggian pohon
Contoh : Blok 9B = 16 Ha , ADA 50 baris, jadi pemanen ke I memanen baris 1-10, pemanen ke II memanen baris 11-20, pemanen ke III memanen baris 21-30, dst
Luas maksimal hancak seorang pemanen adalah 2,5 Ha.

4.2.2 Hancak Giring
Hancak panen yang biasa digunakan adalah hancak giring. Dengan hancak tetap mandor panen mudah membagi hancak yaitu dengan membagi habis areal yang akan dipanen dengan jumlah pemanen yang disediakan.
Tetapi mandor panen akan melakukan pengawasanareal yang cukup luas karena kegiatan panen serentak berjalan diseluruh areal yang akan dipanen. Bila panen dilakukan dengan hancak giring panen bisa diselesaikan blok per blok, karena hancak pemanen diberikan dengan 2 atau 2 kali pindah. Dengan demikian areal yang di awasi mandor lebih kecil dibandingkan dengan hancak tetap.

4.3 Kebutuhan Tenaga Panen
Tenaga panen jumlahnya harus disiapkan berdasarkan kebutuhan pada panen puncak. Untuk mengitung jumlah pemanen yang dibutuhkan pada panen besok hari. Mandor panen harus melakukan pengamatan kerapatan buah matang di blok yang akan dipanen pada hari sebelumnya(1 hari sebelum panen dan biasanya dilakukan pada sore hari pada saat mandor panen pulang kerja dinas).
Berdasarkan jumlah tandan matang yang akan dipanen dan kapasistas pemanen, maka pada pagi hari mandor panen sudah dapat menentukan jumlah pemanen untuk panen hari ini.
Contoh : Bila produksi TBS di suatu afdeling yang luasnya 1000 ha adalah 21000 ton per tahun, maka tenaga panen yang harus disediakan adalah 10-12% x 21000/1,5/22 = 63-76 pemanen (panen puncak 12%, kapasitas 1500 kg, hari panen 22).
Pada bulan-bulan biasa penyebaran 8%, kapasistas 1.250 kg, maka tenaga yangdigunakan panen= 8% x 21000/22/1,25 = 61 orang. Dengan jumlah tenaga penen 61 orang maka mandor panen dibutuhkan 3 orang (1 mandor panen membawahi 15-20 pemanen).

4.4 Alat – Alat Panen
Semua kebutuhan alat panen disediakan perusahan kecuali untuk pemanen tenaga pemborong.
Alat- alat panen terdiri dari :
1. Alat chisel (dodos dengan lebar 8cm) di areal tanaman muda (3-5 tahun)
2. Kampak
3. Egrek
4. Aloy stick
5. Tali
6. Gancu
7. Kereta sorong (sepeda)
8. Goni

4.5 Cara Panen
1. Tandan yang telah memenuhi kriteria matang panen dipotong.
2. Pelepah di bawah tandan yang dipanen dipotong mepet (untuk tanaman dewasa) sedangkan pada tanaman muda (3-5 tahun) pelepah tidak dipotong karena yang dipotong hanya buah saja.
3. Pelepah dipotong menjadi 2 bagian dan disusun di gawangan mati (di areal rata), sedangkan di areal bergelombang, pelepah tidak dipotong dan disusun disekitar tanaman sejajar dengan arah teresan / pasar panen agar berfungsi sebagai penahan erosi.
4. TBS disusun ditempat pengumpulan hasil sedangkan brondolan yang dipiringan dikutip bersih dan dimasukan tersendiri dalam karung goni untuk di bawa ke tempat pengumpulan brondolan.
5. Gagang TBS dibentuk cangkem kodok dan diberi nomor pemanen.
6. Tandan buah segar disusun 5-10 tandan per-baris.

5. Pengangkutan TBS
Tandan buah segar yang dipanen harus diangkut dan sampai ke pabrik kelapa sawit pada hari itu juga. Upayakan pengangkutan buah dapat selesai sore hari sebelum malam tiba. Pengangkutan pada malam hari, selain menyulitkan sortasi buah di loading ramp. Dan hindarkan terjadinya buah restan dengan pertimbangan :
1. Buah restan mengakibatkan kenaikan asam lemak bebas (ALB) minyak sawit yang dihasilkan.
2. Buah restan menimbulkan kerawanan terhadap pencurian TBS.
Pengangkutan buah dapat dilakukan dengan kendaraan sendiri atau pemborong. Kebutuhan kendaran angkut buah setiap hari dihitung berdasarkan estimasi produksi yang sudah diketahui pada sore hari (sehari sebelum panen) dan realisasi pengangkutan pada hari sebelumnya. Dan fluaktuasi produksi harian biasanya tidak jauh berbeda.

6. Denda ( Sanksi Panen)
Kriterian penilaian :
Kriteria
Ketentuan
Pemeriksaan di TPH oleh P2B

1. Buah afkir (F00)
Tidak ada
2. Buah mentah (F0)
Tidak ada
3. Kebersihan brondolan di TPH
Bersih
4. Tangkai tandan tidak cangkem kodok
Harus cangkem kodok
Pemeriksaan di lapangan oleh Mandor panen

1. Buah matang tidak dipanen
Tidak ada
2. Kebersihan brondolan dipiringan / gawangan
Bersih
3. Buah dipanen tidak di bawa ke TPH
Tidak ada
4. Pelepah sengkleh terkena egrek
Tidak ada
Denda dilakukan untuk menjaga konsisten mutu panen sesuai kriteria. Dan perhintungan denda dilakukan setiap hari panen.
A. Penilaian denda di lapangan (ancak panen)
þ Brondolan tinggal di piringan / pasar pikul Rp. 25 / butir
þ Buah matang tinggal di pokok Rp. 100 / Kg
þ Buah tinggal di piringan / gawangan Rp. 100 / Kg
þ Pelepah sengkleh kena egrek Rp. 300 / Pkk
þ Susunan pelepah tidak di gawangan mati Rp. 300 / Pkk
B. Penilaian denda di TPH
þ F00 (buah afkir) Rp. 200 / Kg
þ F0 (buah mentah) Rp. 100 / Kg
þ Gagang tidak cangkem kodok Rp. 100 / Kg
Pemeriksaan Oleh
Yang Didenda
Besarnya Denda
P2B dan Mandor Panen
- Pemanen
100%
Mandor I
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
100%
50%
50%
Asisten Afdeling
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
100%
50%
50%
25%
Kepala Dinas Tanaman
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
100%
50%
50%
25%
10%
Manejer Unit
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
- KD Tanaman
100%
50%
50%
25%
10%
5%
Pemeriksaan di Loading Ramp
- Jika buah fraksi F00 dan F0 tidak diberi tanda cross
- P2B
- Pemanen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
100%
50%
10%
5%
Tabel : Ketentuan Besarnya Denda Panen
Catatan: nilai denda/Kg TBS untuk setiap kesalahan ditentukan tersendiri.
 
7. Premi Panen dan Brondolan
Premi panen dan brondolan diberikan terpisah dengan nilai premi per-Kg yang berbeda. Pemberian premi panen bertujuan untuk meningkatkan pendapatan karyawan dan lebih memotivasi pemanen / petugas yang terkait dengan panen agar seluruh buah matang di lapangan terpanen. Sedangkan premi brondolan diberikan bertujuan untuk lebih memotivasi penguitpan brondolan dan meminimalisasi kehilangan brodolan di lapangan.
Premi panen diberikan secara perorangan dan ditentukan berdasarkan kapasistas, tahun tanam yang berkaitan deng produktivitas dan topografi. Semakin rndah produktivitas, semakin rendah basis borong dan semakin berbukit / curam topografinya semakin mahal premi panennya. Premi brondolan diberikan premi tersendiri dengan tarif ± 2,5 kali lipat premi TBS sesuai dengan berat brondolan yang dikumpulkan oleh masing-masing pemanen. Brondolan harus dalam keadaan bersih dari segala macam kotoran (sampah, tangakai tandan, batu dll). Dan berat brondolan tidak termasuk dalam berat TBS.
Premi dan denda panen per-orang dihitung dan dibukukan setiap hari oleh Krani Produksi di Afdeling. Kepada karyawan pelaksana yang sudah mendapatkan premi, tidak dibenarkan mendapat lembur.
P = {(K – BB) NP} – D
Rumus Premi Panen TBS :
P : Premi (Rp)
K : Kapasistas panen (Kg)
BB : Basis Borong (Kg)
NP : Nilia Premi (Rp/Kg TBS)
D : Denda
Pb = Kb x NPb
Rumus Premi Brondolan :
Pb : Premi Brondolan (Rp)
Kb : Kapasistas (Jumlah Brondolan yang dikumpulkan dalam Kg)
NPb : Nilai Premi Brondolan (Rp/Kg brondolan)
 
8. Premi Pengawas
Besarnya premi pengawas ditentukan berdasarkan ”capaian produksi dari pemanen yang menjadi bawahannya dikalikan dengan nilai tarif premi yang telah ditetapkan”. Kepada petugas pengawas panen, baik karyawan Pimpinan maupun karyawan pelaksana yang tidak bekerja / berhalangan karena cuti atau keperluan lain , tidak diberikan premi.
C Tarif Premi Mandor Panen
þ Premi Panen (TBS) rata = Rp 150/ Kg TBS
þ Premi Brondolan rata = Rp 300 / Kg Brondolan
C Tarif Premi Mandor I
þ Premi Panen (TBS) rata = Rp 110/ Kg TBS
þ Premi Brondolan rata = Rp 300 / Kg Brondolan
C Premi Kerani Afdeling = Rp 0,80 x Jumlah Premi Mandor I
C Tarif Premi Krani Panen = Rp 0,72 x Jumlah Premi Mandor I
C Tarif Premi Petugas Pemeriksa Buah = Rp 0,80 x Premi Mandor Panen yang
diikutinya.
C Tarif Premi Pengumpul Brondolan = Rp 300 x Premi Mandor panen yang
diikutinya.
C Tarif Premi Pengawas Karyawan Pimpinan
þ Premi pengawas karyawan pimpinan hanya diberikan kepada Asisten Afdeling, apabila capaian produksi > RKAP setiap bulannya.
Asisten Afdeling = Jumlah produksi x nilai premi / Kg TBS
Catatan: nilai premi/Kg TBS dapat ditentukan tersendiri.

 Sumber : http://diemaspoenya.blog.com/2009/10/03/panen/ 

PERAWATAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN

     Masa sebelum panen ( dari saat panen pertama ), berlangsung 30 – 36 bulan.
     Terdiri atas :
TBM 0: menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka, ditanami        kacangan penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada titik pancang.
  • TBM 1 : tanaman pada tahun ke I ( 0-12 bulan )
  • TBM 2 : tanaman pada tahun ke II (13-24 bulan )
  • TBM 3 : tanaman pada tahun ke III (25-30 atau 36 bulan )
 B. Penyiangan Areal
    1.      Penutup Tanah (M/P/W)
             Klasifikasi penutup tanah :
  •     W0 : belum ada tanaman penutup tanah
  •     W1 : 100% penutup tanah kacangan
  •     W2 : 85% kacangan + 15% gulma lunak, bebas lalang
  •     W3 : 70% kacangan + 30% gulma lunak, bebas lalang
  •     W4 : 50% kacangan + 50% gulma lunak, bebas lalang
W = menyiang      P = penyiangan      W = weeding
     Beberapa jenis gulma di perkebunan :
Kategori
Nama Latin
Nama Indonesia/Daerah
Jahat/sangat          mengganggu













Sedang dan lunak
Imperata cylindrica
Mikania micrantha
Mikania cordata
Mimosa pudica
Mimosa invisa
Eupatorium odoratum
Lantana camara
Clidemia hirta
Melastoma affine
Axonopus compressus
Paspalum konjugatum
Cyperus rotundus
Gleichenia linearis
Dryopterus arida

Ageratum conyzoides
Borreira latifolia
Borreira laevicaulis
Phyllanthus niruri
Lalang
Sembung rambat
Mikania
Putri malu, kucingan
Pls kucingan
Putihan
Tahi ayam, tembelekan
Harendong
Senduduk
Rumput pahit/pahitan
Rumput pahit/buffalo grass
Teki
Pakis kawat
Pakis kadal

Wedusan, babandotan
Kentangan
Rumput kancing ungu
Meniran

Kriteria pekerjaan :
  • TBM 1 : W1 penutup tanah seluruhnya (100%) kacangan. Rumput-rumput dan gulma lain dibersihkan semua.
  • TBM 2 : W1, seperti pada TBM 1
  • TBM 3 : W3
  • Penutup tanah terdiri dari 70% kacangan + 30% gulma lunak
  • Yang diberantas adalah gulma jahat, lalang, mikania, pahitan, pakis, teki (lihat daftar gulma)
  • Kacangan yang merambat ke pohon kelapa sawit diturunkan
  • Gulma lunak tidak perlu diberantas, wedusan, sintrong
       Penyiangan :
  • Bulan 1-4      : intensif jarak 2-2-2-3-3-4-mg , 4 – 6 HK/ha
  • Bulan 5-7      : 1x/2 bulan , 8 HK/ha
  • Bulan 8-22    : 1x/bulan , 4 HK/ha
2.    Gawangan
Cara dengan menggaruk/mencabut gulma. Bila vegetasi > 70 cm dengan dibabat. 1 kali/bulan .   0,5-1 HK/ha
  • TBM 1 s/d TBM 2 = 1 x/bulan
  • TBM 3  =  1 x/2bulan
Secara khemis : Round up 0,6 l/ha+0,5 l/ha, 2,4 D-Amien.  1 kali/2 bulan. 0,5-1 HK/ha.
  • TBM 1, 2 = 1 HK/ha
  • TBM 3   = 0,75 HK/ha       
3.    Piringan
Secara manual : digaruk dengan arah keluar dan kedalam piringan secara bergantian. 1x/bulan
  • TBM 1 : jarak dari pohon 1,0 m.   4-5 HK/ha.
  • TBM 2 : jarak dari pohon 1,5 m.   3-4 HK/ha.
  • TBM 3 : jarak dari pohon 2,0 m.   3-4 HK/ha.     
Secara khemis disemprot dengan herbisida. Herbisida jangan sampai mengenai tajuk kelapa sawit. 1x/3 bln. 0,5 l/ha. 0,5-1 HK/ha
  • Gramoxone (parakuat) 0,5% = 0,5 l/100 l air/ha
  • Round up (gliphosate) 0,5% = 0,5 l/100 l air/ha
4.    Pengendaliaan Lalang     
·         TBM 1,2 : dengan garuk/ garpu lalang
·         TBM 3   : dengan wiping. 1x/2-3 bln. 1 HK/ha
  • Kain lap dicelupkan kedalam larutan herbisida. 1x/2 bln Round up. 25 cc/ltr air/ha. 0,3 – 0,5 HK/ha.
  • Pangkal lalang dibersihkan dulu dengan arit, kemudian di lap dari bawah ke atas sampai basah.
  • Sebagai tanda sudah di lap ujung daun lalang dipotong/diputuskan.
5.    Dongkel Anak Kayu
Membuang / mendongkel anak semak anak kayu yang ada di areal dengan cangkul. 1x/2-3 bln. 0,6 HK/ha.

C. Jalan Pikul  
  • Membuat jalan pikul sebagai jalan untuk pemeliharaan tanaman.
  • Lebar : 80 – 100 cm.
  • Alat : cangkul, parang babat.
Cara : Tanaman penutup tanah yang berada ditengah gawangan dibuka bersih menjadi jalan kontrol/pasar pikul.
  • TBM 1 : 1 jalan pikul untuk 8 baris tanaman. 400 m/HK.
  • TBM 2 : 1 jalan pikul untuk 4 baris tanaman. 400 m/HK.
  • TBM 3 : 1 jalan pikul untuk 2 baris tanaman. 400 m/HK.
Pemeliharaannya dengan cara manual/garuk atau dengan khemis di semprot dengan herbisida + 2.4 D.Amine 0,5% + Round up 0,6%. 1x/2bln. 2 HK/ha
·         Ketentuan dalam penggunaan nozzel untuk penyemprotan.
NOZZEL
Vol semprot / ha
Lebar Sapuan
Merah
Biru
VLV 200
VLV 100
600 – 1000 ltr
400 – 600 ltr
200 ltr
100 ltr
2,0 m
1,3 m
2,0 m
2,0 m

D.   Pemeliharaan Jalan.      
  • Pengerasan jalan pada lokasi yang perlu dengan standart 10 m/ha/th. Bahan 30 m padas dan 1,5 m sirtu (pasir batu). 0,2 JKT/ha
  • Pemeliharaan rutin dengan cara membabat rumput – rumputnya. 1x3 bln.100 m/HK.
E.   Parit Drainase
·      Mencuci parit ( C )
  • Bersihkan parit-parit yang ada dari hilir ke hulu. 1x/6 bln.
  • Rumput-rumput di tebing parit dibabat.
  • Mendalamkan Parit ( D )    
  • Ukuran dan bentuk dipertahankan seperti semula.
F.   Tapak Kuda
Tapak kuda dipelihara, dipertahankan pada bentuk semula. Pemeliharaan tiap 1 tahun sebanyak 25% dari jumlah yang ada. Dilakukan secara manual dengan cangkul. 10 sat/HK.

G.   Teras Kontur
Teras kontur dipelihara pada bentuk dan ukuran semula. Pemeliharaan 1 tahun sebanyak 25% (rotasi 1x/4 th ). 30 m/HK.

H. Benteng dan Rorak
Secara manual, dipelihara seperti bentuk semula, 25% per tahun. 30 m/HK.

I.   Penyisipan  
  • Pohon yang mati/tidak normal diganti dengan bibit yang baru.10 pk/ha.
  • Jumlah sisipan yang normal : TBM 1 = 5%     TBM 2 = 2,5%     TBM 3 =1%
  • Penyisipan dilaksanakan pada musim hujan. Cara-caranya seperti pada tanaman kelapa sawit.
J.   Konsolidasi
Dilakukan pada TBM 1. Pohon yang miring atau kurang tegak diluruskan, caranya dengan sedikit menimbun tanah kemudian dipadatkan. Saat mendapatkan diperhatikan lurus/mata lima dengan tanaman yang lainnya. Bila perlu ditopang dengan bambu atau kayu.
K.   Titi Panen  
  • Untuk mempermudah pemanen mengambil/mengangkut buah. Memasang 10 – 15 m/HK.
  • Dibuat pada tempat-tempat yang di perlukan atau jumlahnya tergantung dari jumlah parit dan saluran air. Panjang titi panen bergantung pada lebar parit dan saluran air. Penentuan jumlah dan panjang titi panen harus didasarkan data sensus yang benar
  • Lebar titi panen bergantung kepada kebutuhan dan harus dapat dilalui angkong dengan ketentuan lebar titi panen sekitar 20 cm.
  • Bahan : Jembatan/titi Kayu/beton.
  • Pemasangan : pada TBM 1= 25 %      TBM 2 = 25 %   TBM 3 = 50 %
L.   Tempat Pengumpulan Hasil
  • Dibuat 3 – 6  bulan sebelum panen.
  • Ukuran 2 x 2 meter.
  • Jarak antar TPH + 50 m ( tiap 6 gawangan ).
  • Penutup tanah/rumput dibersihkan dengan cangkul.
 M. Inventarisasi Pohon
Dilakukan 1x/tahun dengan memetakan dan menghitung jumlah pohon yang ada di lapangan. 1x/th

N. Pemupukan
Jenis dan dosis pupuk TBM mengikuti pedoman pada Bab Pemupukan. Standart tenaga tenega kerja 0,5 – 0,8 HK/ha, dengan rincian umum:
  • Membuat administrasi persiapan       : 0,04 HK/ha.
  • Mengangkat pupuk                           : 0,18 HK/ha.
  • Menabur pupuk                                : 0,30 HK/ha.
  • Mengumpul goni                              : 0,04 HK/ha.
  • Jumlah                                             : 0,56 HK/ha.
       2x/th. 0,5 – 0,8 HK/ha tiap jenis pupuk.
·     Kacangan penutup tanah dipupuk sebagai berikut :
  • 3-4 minggu setelah tanam majemuk Rustika 15-15-6–4 sebanyak 40 kg/ha.
  • 3 bulan setelah tanam : 80 kg RP/ha.
  • 6 bulan setelah tanam : 120 kg RP/ha.
  • 1 tahun setelah tanam : 150 kg RP/ha.    
  • 2 tahun setelah tanam : 200 kg RP/ha.
O. Analisa Daun
  • Contoh daun mulai diambil pada masa TBM 3. 1x/bln. 0,04 -0,06 HK/ha.
  • 1 KCD (Kesatuan Contoh Daun) diambil dari setiap blok (16-25 ha). 
  • Pohon contoh dan cara pengambilan contoh daun dapat dilihat pada bab pemupukan.
P.   Hama dan Penyakit
  • Lihat pada bab Hama dan penyakit. 1x/bln. 0,04 HK/ha. 1x/2 mg. 0,5 HK/ha
  • Sensus global.
  • Sensus efektif dilakukan bila terdapat petunjuk adanya kenaikan tingkat serangan hama/penyakit.
Q.   Monitoring Pembungaan
  • Mencatat pohon-pohon yang telah mengeluarkan bunga. 1x/ bulan.
  • Cara : dengan mengamati tiap pohon dan hasilnya digambarkan pada peta sensus. 1 HK/ha.
R. Kastrasi.     
·    Membuang bunga jantan dan betina, karena :
  • Buah yang jadi belum ekonomis di panen karena belum merata.
  • Energi agar dimaksimalkan untuk pertumbuhan vegetatifnya. 1x/bln. 0,5 HK/ha.
  • Dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14 – 18 ) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%.
  • Cara : Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang, pelepah jangan terpotong. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar.
S.   Tunas Pasir
  • Dilakukan 1 kali saja pada saat umur tanaman 18 atau 24 bulan. 1 HK/ha
  • Semua cabang kering dipotong mepet ke pangkal batang dengan alat dodos.

Sumber : http://membangunkebunkelapasawit.webs.com/perawatantbm.htm 

PEMELIHARAAN PASAR PIKUL DENGAN ROTARYSLASHER PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Quantcast
MENEMUKAN MASALAH Brainstorning  Rotaryslasher belum maximal pemanfaatannya pada masing-masing kebun, umumnya hanya digunakan untuk membabat lapangan Sepak Bola, lokasi perumahan, Air Strip dan lain-lain.  Traktor yang digunakan untuk pemupukan Emdek Utilitas unitnya belum maksimal, karena dalam kegiatan pemupukan ada masa atau waktu tertentu aplikasi tidak dapat dilaksanakan karena disebabkan faktor-faktor antara lain : - Kondisi cuaca yang terlalu kering. - Ada interval waktu antara dua jenis pupuk yang antagonis. - Selang waktu Riset melaksanakan analisa daun . - Pelaksanaan pemupukan terkonsentrasi hanya pada bulan tertentu.
Hal-hal tersebut diatas menyebabkan machine aplication unit tractor
sangat sedikit dan dianggap merugikan. Apabila pemanfaatan unit tidak
optimal maka daya guna efektif (Effective Utillization) sangat rendah
dan unit tractor tersebut banyak menganggur (stand by). Unit yang
menganggur merupakan suatu pemborosan karena tidak memberikan kontribusi
hasil kerja tetapi tetap mengeluarkan biaya terutama biaya penyusutan,
upah operator dan lain-lain sebagainya. Besar investasi tidak sesuai
dengan produktivitas yang dihasilkan. Untuk menghindari hal tersebut
diatas maka perlu dipikirkan alternatif pekerjaan pengganti setelah
selesai pemupukan , supaya utilitas unit traktor maksimal.

 Pasar pikul sudah diratakan secara mekanis, merupakan faktor
pendukung dilaksanakan pemeliharaan pasar pikul dengan Rotaryslasher.
II. ANALISA DATA
II. LEMBAR DATA
JUMLAH HARI KERJA & JAM KERJA TRAKTOR MF
UNTUK PEMUPUKAN EMDEK
III. PENYEBAB
Dari data diatas dapat kita lihat bahwa Traktor yang digunakan untuk
pemupukan Emdek dapat menyelesaikan Pemupukan Sm.I dalam waktu 4 bulan,
tetapi utilisasi unit traktor belum maksimal (dapat dilihat pada
Grafik.2). Jumlah jam kerja (HM) dan hari kerja belum full beroperasi
pada bulan Mei 2001. Dan kalau kita bandingkan dengan realisasi
pemupukan pada data dibawah ini peningkatan aktifitas unit seharusnya
dapat lebih maksimal dan realisasi pupuk semester I dapat
diselesaikan dalam jangka waktu 3 bulan. Hal tersebut bisa terjadi
kalau realisasi pemupukan perbulan dapat dicapai seperti pada bulan
Juni yaitu sebesar 32,85 %.

Data Realisasi Pemupukan Emdek Sm I 2001
Dari data tersebut diatas,diperlukan alternatif pekerjaan pengganti
lainnya setelah selesai pelaksanaan pemupukan untuk medapatkan utilitas
yang maksimal dari traktor. Pemilihan alternatif pengganti harus
mempertimbangkan kesesuaian alat dengan jenis pekerjaan yang akan
dikerjakan, penggunaan alat harus sesuai dan tidak melebihi dari
kapasitas alat tersebut (over load). Pemanfaatan traktor MF dan
Rotaryslaser untuk pemeliharaan pasar pikul merupakan alternatif yang
tepat untuk utilisasi unit traktor, karena prinsip kerjanya hampir sama
dengan pengoperasian Emdek, dimana kedua pekerjaan tersebut menggunakan
tenaga penggerak dari PTO traktor.

IV. RENCANA PERBAIKAN
Penyebab
Dominan
(Factor) Tujuan
Perbaikan
(Why) Apa yang
Diperbaiki
(What) Lokasi
Per baikan
(Where) Waktu
Per baikan
(when) Penang gung jawab perbaikan (Who) Bagai mana perbaikan dilakukan
(How) Berapa biaya nya
(How much)
Utilisasi unit traktor dan rotaryslasher tidak maksimal. Utilisasi maksima hari kerja terpakai
(tidak me-
nganggur)
Utilisasi unit traktor dan rotaryslasher
NSKE
Div.II
Div.III
Div.IV
Div.VI Juli-01 s/d Des01
E. M
Askep
Assisten Unit traktor dan rotarysla-sher digunakan jam kerjanya untuk pasar pikul

V. PELAKSANAAN
V. 1. Penentuan dan Persiapan Lahan
• Areal yang dapat dilakukan pemeliharaan pasar pikul dengan
Rotaryslasher adalah areal datar sampai dengan bergelombang. Untuk areal
berbukit hasil kerjanya kurang maximal.
.
• Areal sudah terlebih dahulu diratakan secara mekanis dan bebas dari tunggul dan kayu melintang di pasar pikul.
• Untuk daerah yang ada parit CR, jalan masuk ke areal sudah
dipersiapkan dan juga parit dalam block sudah ada jalan putar sehingga
mobilisasi unit Traktor lebih cepat.

V. 2. Cara Kerja Alat
Rotaryslasher
Gear Box As
PTO
Pisau
• Unit Rotaryslasher digerakan dari PTO Traktor, disambungkan dengan
As untuk memutar Gearboxs di Rotaryslasher, dari Gearboxs langsung
diteruskan ke baling-baling tempat pisau Rotaryslasher.
• RPM Traktor yang dipakai 1500 RPM dengan Gear H1.

V. 3. Masalah dan Penyelesaian
Dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan ditemukan beberapa masalah antara lain :
Unit Rotaryslasher
• Kipas / baling-baling patah
Kipas/baling-baling sering patah akibat masih ada sisa tunggul dan akar-
akar kayu yang berada di pasar pikul. Untuk hal tersebut diatas
disiapkan cadangan kipas pengganti yang dibuat dari bekas pisau Grader,
per bekas dan dari besi plate yang dibentuk seperti kipas
Rotaryslasher,kalau pada saat operasi dilapangan pisau patah, dapat
langsung diganti.
• Baut kipas longgar atau lepas
Akibat gerakan putaran kipas dan getaran Rotaryslasher.
Diatasi dengan memasang 2 mur pada tiap baut dan memastikan setiap pagi
sebelum unit beroperasi mencheck baut tersebut sudah kuat dan tidak
longgar.

A r e a l
• Sisa-sisa tunggul dan kayu yang tidak bersih pada saat perataan
mekanis, sangat mengganggu kerja Rotaryslasher. Untuk memastikan pasar
pikul bebas dari sisa tunggul dan kayu tersebut diberikan tenaga untuk
membersihkannya pada block-block rencana Rotaryslasher.
• Agar unit Traktor dapat bekerja dan tidak terkendala pada musim
hujan, areal terlebih dahulu didata dan dipisahkan menjadi areal basah
dan kering. Pada saat musim kering, Pekerjaan Rotaryslasher dilakukan di
areal basah dan pada musim basah unit Rotaryslasher diarahkan ke areal
kering.

VI. HASIL PERCOBAAN
Realisasi Pemeliharaan Pasar Pikul dengan Rotaryslasher
Data Hasil Percobaan Pasar Pikul dengan Rotaryslasher
Uraian Hasil
Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan babat pasar pikul (300 m) 5 – 10 menit
Lebar bukaan pasar pikul 1,5 m
Rata-rata Cost/HM Rp. 32.966,-/HM
Rata-rata prestasi Unit per HM + 7 Ha/HM
Rata-rata prestasi Unit per Hari 40 Ha
Dari hasil percobaan pemeliharaan pasar pikul dengan Rotaryslasher
dan dibandingkan dengan perawatan pasar pikul menggunakan chemis
didapatkan hasil sebagai berikut :
Uraian Penyemprotan Rotaryslasher Keterangan
Biaya/Ha Per aplikasi 9.666 4709
Biaya/Ha/Tahun 29.000 22.603
Jumlah Rotasi/Tahun 3 Rotasi 4,8 Rotasi
Lebar Pasar pikul 1,2 – 1,5 m 1,5 m
Tenaga Banyak Sedikit
Pengawasan Sedang Kecil
Mutu Kerja Baik Baik
Prestasi Sedang Besar
Biaya perawatan pasar pikul menggunakan herbisida dengan Rotaryslasher didapat selisih biaya/tahun sebagai berikut :
Rp 29.000 – Rp 22.603 = Rp 6.397,-/ Ha /Thn

VII. KESIMPULAN
• Utilitas Traktor dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk perawatan Pasar Pikul dengan Rotaryslasher.
• Cost perawatan pasar pikul dengan Rotaryslasher lebih murah di bandingkan dengan menggunakan chemis.
• Kebutuhan terhadap penggunaan herbisida dapat dikurangi.
• Pasar pikul dengan Rotaryslasher dapat bertahan selama 2,5 bulan.
• Pemakaian tenaga minimal, mutu terjamin dan pengawasan mudah.
• Pekerjaan dapat berlangsung pada bulan basah, jika areal masih layak dimasuki traktor.
• Adanya suksesi gulma kearah jenis gulma golongan B seperti Axonophus, Paspalum dll


Sumber : http://eone87.wordpress.com/2010/04/05/pemeliharaan-pasar-pikul-dengan-rotaryslasher-perkebunan-kelapa-sawit/ 

PENYAKIT GANODERMA KELAPA SAWIT

Membusuk jamur putih seperti Ganoderma, adalah luar biasa mampu organisme merendahkan lignin secara eksklusif dari karbon dioksida dan air kemudian celluloses tersedia sebagai nutrisi untuk jamur. Minyak sawit (OP) adalah tanaman yang sangat signifikan di banyak negara dan sangat rawan untuk sebuah membusuk disebabkan oleh jamur. Sangatlah penting untuk mempertimbangkan cara ini sebagai serangan yang melibatkan membusuk putih lignin biodegradasi, untuk pengendalian terpadu. Literatur yang ada tidak melaporkan daerah ini dan tampaknya prihatin terutama dengan modus menyebar dan biologi molekular dari Ganoderma. Persepsi membusuk putih membuka bidang-bidang seperti baru (suatu) terutama perkembangbiakan / memilih untuk kultivar resisten dari OP dengan kandungan lignin tinggi, (b) memastikan bahwa kondisi untuk dekomposisi lignin berkurang, dan (c) hanya penyegelan OP khusus rusak untuk
menghentikan pembusukan. Kemungkinan menyebar adalah dengan spora daripada akar. Pengetahuan yang diperoleh dapat dipakai dalam degradasi cepat. Limbah OP di lantai perkebunan sesuai inoculating jamur, dan / atau memperlakukan sampah lebih tepat (misalnya chipping dan menyebarkan di lantai bukan windrowing). Sebagai kesimpulan, pengendalian Ganoderma pada OP akan mendapat manfaat dari mempertimbangkan lebih lanjut proses sebagai salah satu membusuk putih.
.
Keywords: Ganoderma ; Lignocellulose; Oil palm; White rot

I. Pendahuluan
Ganoderma adalah jamur busuk putih. Organisme penyebab kerugian ekonomi minyak sawit OP) di berbagai daerah di dunia termasuk Tenggara (SE) Asia (Corley dan Tinker, 2003). Di mana penulis saat ini telah dipertimbangkan pengalaman dapat penyakit tanaman membentuk komponen utama perekonomian pedesaan seluruh basah tropis dataran rendah Selatan, Asia Tenggara dan Oseania (Banjir et al., 2000a). Premis dasar dari tinjauan ini adalah bahwa penting untuk mengontrol penyakit Ganoderma mempertimbangkan khusus sebagai jamur busuk putih. Ini dapat terpadu dengan pendekatan lain. Istilah membusuk putih''berasal dari jamur khususnya merendahkan lignin komponen kayu putih sambil membiarkan selulosa terekspos. Biasanya serangan jamur mungkin sudah lemah OP sebagai
Ganoderma jarang rusak serius menginfeksi pohon A. Sebuah contoh klasik adalah Ganoderma adspersum, yang menyebabkan jantung membusuk dari beech dan pohon lainnya. Jamur disebarkan oleh spora dan tumbuh di jaringan tak-hidup, yang memperlemah pohon menjadikannya rentan terhadap angin kerusakan. Mekanisme yang tepat untuk kontrol untuk OP mungkin akan memulai atas jika titik fundamental ini diakui (Paterson et al., 2.000). Secara umum Ganoderma dari udara membentuk spora yang masuk ke luka yang disebabkan oleh penumpahan cabang, dan lain-lain. Karakteristik tubuh berbuah pelepasan sejumlah besar demikian spora melestarikan penyakit pada jumlah luas spora pemakaian dari basdiocarps dapat diperoleh dari untuk menunjukkan dengan jelas fenomena di Ganoderma Jamur di pohon dan jalur metabolik dari selulosa biodegradation. Ganoderma jelas milik-Nya, ''Grup 4-jamur yang menurunkan lebih bandel polymers'' (Deacon, 1997) polimer''(Deacon, 1997). Jamur yang efisien pendaur ulang bukan patogen per se, dan dasarnya adalah penyakit adalah suatu bentuk biodeterioration diperpanjang. Bunga berlimpah bioaktif metabolit sekunder dihasilkan oleh genus yang mungkin memiliki peran dalam penyebaran infeksi penyakit, selain itu terkait dengan obat (Paterson, 2006b), Meskipun hal ini di luar lingkup tinjauan masa kini. Masih banyak untuk belajar tentang etiologi penyakit dan epidemiologi dari OP, yang dapat dibantu dengan lebih memahami dasar proses biokimia. Ada mengikuti diskusi di luar biasa busuk putih proses.

II. Ganoderma dari perspektif busuk putih
Ini cukup menggembirakan bahwa kertas di delignification itu disertakan dalam beberapa awal laporan. Namun, apprecia ini tidak melanjutkan ke surat-surat selanjutnya memungkinkan sebuah pendekatan yang tidak seimbang. Biodegradasi lignin mungkin merupakan bagian utama dari proses penyakit. Secara khusus, makromolekuler konstitusi OP perlu dipertimbangkan. Komponen yang lignin tanaman adalah tingkat-langkah membatasi untuk biodegradasi: itu adalah dari proses metabolisme sekunder yang lebih banyak energi yang dikeluarkan dalam degradasi daripada yang dapat diperoleh dari pemanfaatan lignin. Lignin melindungi lebih selulosa dan setuju hemicelluloses dari enzimatik langsung menyerang dengan membentuk ikatan kimia.
Kimia struktur polimer lignin adalah kompleks. terdiri dari setidaknya tiga unit bangunan monomer. Ini dapat ikatan molekul identik lain dan / atau ke dua monomer lain untuk membentuk tiga dimensi yang rumit - . sional struktur. Memang absolut struktur kimia . lignin (s) tetap sepenuhnya ditentukan. memperoleh energi terutama dari selulosa yang tersedia sekali terdegradasi lignin adalah: Namun, lainnya karbohidrat, seperti pati Dan, pektin juga ada, meskipun ini biasanya kecil kontributor. didefinisikan sebagai tanaman atau kayu. sel-sel di mana selulosa dan Hemiselulosa berhubungan erat dengan lignin. adalah hambatan untuk mikroba serangan, memberikan kekuatan, dan kedap air segel dinding sel di dalam jaringan xilem. makromolekul adalah polimer phenylpropanoid disintesis dari phenolic prekursor, coniferyl, synapyl dan p-coumaryl alkohol. Ini memiliki sedikitnya 12 berbagai jenis hubungan seperti aril-eter dan karbon-karbon ikatan yang menghubungkan inti aromatik. Ini menjadikan biodegradability''''sangat terbatas. Bagaimana pernah, kemampuan eksklusif untuk WRF lignin untuk mineralise karbon dioksida dan air berhubungan dengan kemampuannya untuk membelah yang struktur cincin monomer dari monomer lignin Inilah yang memungkinkan akses ke energi yang kaya selulosa. telah diklasifikasikan sehubungan dengan ligninolytic enzim mereka mengungkapkan: G. lucidum lucidum menghasilkan mangan peroxidases (MNP), dan laccases; sama enzim G. boninense OP boninense (OP sementara ( spesies perlu ditentukan. Lignin peroksidase (LIP) sequencing gen telah termasuk G. applanatum Dan daerah ini cukup matang untuk menentukan hubungan antara taksa dalam genus. Hal ini perlu dipertimbangkan sistem lebih lanjut. WRF dikembangkan system terdiri dari peroxidases dan laccases LAC) yang mempekerjakan proses oksidatif. Tiga perox idases telah diamati: LIP, MNP dan serbaguna peroxidase (VP). peroksidase (VP). Peroxidases adalah enzim yang mengandung heme dan memerlukan kehadiran hidrogen peroksida. Laccases adalah multicopper fenol oksidase yang mengoksidasi fenol dan amina aromatik. memanfaatkan ini sebagai oksidan mengurangi ke air. Setidaknya ada delapan enzim terlibat secara langsung. Jamur yang menghasilkan enzim ini dapat diklasifikasikan atas dasar enzim diproduksi sebagai disebutkan. LIP mampu mengoksidasi paling phenolic senyawa melalui phenoxy generasi radikal. Namun, juga bisa non-phenolic oksidasi aromatik substrat termasuk unit phenylpropanoid lignin. LIP dapat menyerang bermacam-macam itu menunjukkan keterkaitan memiliki peran penting dalam degradasi lignin. Selanjutnya, oxidises model senyawa lignin secara langsung. Enzim dapat juga mengoksidasi non-fenolik lignin. Beberapa enzim lain, atau suka-reaksi termasuk menghasilkan enzim, dan spesies oksigen reaktif. Itu dapat disebut untuk lebih rincian.
The biodegradasi dari komponen selulosa rumit dibandingkan, tidak sedikit karena kaitan antara unit glukosa. Sangat umumnya rute dari kristal Namun, konversi bahan kristalin sesungguhnya adalah kompleks. Kemudian tersedia untuk metabolisme lebih lanjut seperti yang terjadi hampir universal





III. Sebelumnya studi tentang penyakit Ganoderma OP

Ada serangkaian makalah gabungan baru-baru ini, menyiratkan Ganoderma adalah patogen yang sangat serius dari Ops dan surat-surat yang menyertai). Namun demikian, melaporkan basal batang yang membusuk (BSR) tidak masalah besar dalam Sariah dan Zakaria (2000) menyatakan bahwa Ganoderma bukan patogen agresif dan dapat patogenik hanya lemah sehat telapak tangan. Masalah di Papua Nugini (PNG) adalah containable (kita lihat nanti). Miller et al. (2000) state (2.000) negara Ganoderma saprobic''sebagian besar''dan memanfaatkan melemah sebagai parasit atau patogen sekunder. Lainnya deskripsi dari jamur adalah sebagai saprophyte fakultatif. Selain itu, Abdullah (2000) menyebutkan Ganoderma hidup sebagai sebuah endophyte di kelapa. Apakah ini terjadi di OP? Percobaan kontrol untuk teknik molekuler mungkin perlu untuk mempertimbangkan kemungkinan ini dan membuktikan akan dibuat lebih sulit kalau benar. Panchal dan Bridge (2005) memberikan bukti yang menarik seperti hubungan di mana DNA Ganoderma terdeteksi pada asimtomatik OP.

Di sisi lain, Miller et al. (1999) merujuk kepada BSR sebagai ''kendala signifikan. Banjir et al (2000b) menyatakan bahwa telah menjadi penyakit serius OP selama lebih dari 80 tahun dengan kerugian ekonomi yang parah di Malaysia dan Sumatera Utara. Gejala penyakit waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan, dan sering sama sekali tidak ada dalam telapak tangan muda. Juga, infeksi persentase ( telapak tangan biasanya rendah (1-2%) (Ariffin et al., 2.000) Diakui terisolasi kerugian dari 80% telah tercatat sesekali, tapi setelah siklus tanam ulang. Kerugian Miller et al. 20% ekonomi tidak signifikan melaporkan busuk batang Ganoderma menyebabkan kerugian luas di UK Asia. Jadi perlu ditentukan dengan jelas betapa serius adalah penyakit. BSR mewujud dalam OP sekitar 10-12 tahun di Malaysia. Initial insiden rendah pada 1-2% seperti yang disebutkan. Namun mungkin 25% pada penanaman kembali (yaitu 25 tahun) (Ariffin et al., 2000) memiliki sedikit efek pada hasil dalam Istilah buah tandan akibat pertumbuhan kompensasi, lagi mengurangi makna ekonomi membusuk. Meskipun ini disebabkan BSR oleh G. boninense ini diklaim sebagai penyakit satu kendala utama untuk OP di SE Asia wilayah. Jamur ditemukan menginfeksi 1-2 tahun setelah tanam dengan kenaikan 4-5 tahun telapak tangan (Ariffin et al., 2.000) Infeksi di pedalaman tanah di Malaysia dan Indonesia pada tanggal 7 tahun tua perkebunan rendah. Meskipun muncul insiden tinggi OP tumbuh di pedalaman. Gejalanya terdiri dari macam bintik-bintik atau daun menguning yang diikuti oleh nekrosis. Daun Tombak akhirnya tetap belum dibuka. Diasumsikan bahwa setidaknya satu-setengah dari batang basal telah dibunuh oleh jamur ketika foliar gejala yang diamati. Palem muda bisa mengambil 6 bulan-2 tahun untuk mati setelah gejala pertama, tetapi mengambil telapak tangan dewasa 2-3 tahun, yang tidak sangat berbeda dalam kenyataan. Tampaknya ada kesalahan saat gejala digambarkan sebagai kelapukan'''', dan istilah ini bertahan disebabkan oleh Serpula lacrymans dan sangat berbeda). OP akhirnya runtuh berpenyakit bole meninggalkan jaringan di tanah. Basidiomata mungkin berkembang di dasar batang, daun atau terinfeksi lokasi memberikan panduan kepada ddaerah yang sakit di dalam telapak tangan. Akhirnya, nama G. boninense diusulkan dari pemeriksaan morfologi meskipun taksa lainnya juga tampak hadir lebih suka hanya Ganoderma . Masih ada cukup banyak untuk diungkapkan mengenai infeksi dan menyebar dalam OP perkebunan. Pemencaran spora harus dari akar sangat penting di untuk menjadi root (Sanderson, 2005; komunikasi pribadi). Abdullah (2.000) menyebutkan Ganoderma hidup sebagai seorang di kelapa endophyte (melihat Panchal dan Bridge (2005) untuk OP) dan studi nikmat menyebar dari independen sekunder inocula. Pekerjaan mereka tidak mendukung untuk menjadi root menyebar (dan) / atau udara spora menyebar. Akan tetapi, akar dianggap modus menyebar. Tampaknya untuk dapat diterima secara umum bahwa hasil infeksi dari kontak antara akar sehat dan sakit yang tersisa di dalam jaringan tanah. Anehnya, peran basidiospores masih belum jelas (Ariffin et al., 2.000). Melemahnya palem mungkin pra - buang itu terhadap infeksi. Awalnya penyakit ini dikaitkan dengan telapak tangan tua di tahun-tahun awal belajar. Namun, tren telah berubah dimulai setelah tahun ke-6 dan meningkat pesat dari 11. Tanaman sebelumnya penting, dengan pohon kelapa yang terinfeksi memungkinkan cepat infeksi. Jenis tanah bisa bermanfaat diteliti lebih lanjut: Kandungan unsur hara tanah mempengaruhi kemajuan penyakit yang mungkin berhubungan dengan efek nutrisi pada produksi enzim oleh jamur. Teknik penanaman mungkin juga menjadi salah satu faktor (Ariffin et al., 2000). Selain itu, Soepena et al. (2.000) menyatakan bahwa G. boninense adalah yang paling destruktif OP penyakit di Asia Tenggara. Ini dianggap dari root akar kontak, persepsi biasa, dengan menyebar dari spora angin juga mungkin. Miller et al. Di sisi lain, menunjukkan bahwa kontak root root mungkin bukan cara menyebar dan bahwa basidiospore penyebaran atau berhubungan dengan residu inokulum adalah, meskipun keduanya bisa terlibat jika benar. BSR gejala muncul lama setelah tanam.Namun, itu dianggap yang menyebar adalah dari root Flood et al, kontak akar beberapa pohon palem sekali terinfeksi ,(2000b). tidak boleh langsung-mereka mungkin mencemari bahan''mati''yang menginfeksi OP kemudian. Sanderson et al. (2.000) mendukung pandangan bahwa akar datang kontak dengan kotoran yang terinfeksi dan menyebarkan penyakit dalam sikap, meskipun ini tidak melibatkan spora. Menarik isolat yang digunakan dalam Bridge et al. (2004) tidak identik karena mereka mungkin dapat diharapkan sebagai berikut dari Sanderson pengamatan. The the importance Penulis menekankan pentingnya yang tidak demikian halnya dengan peneliti dan untuk mengabaikan rute ini akan menjadi parah menyebutkan bahwa hampir semua isolat berbeda satu dari lainnya. Ini mungkin dari pembentukan strain dikaryotic baru dari monokaryotic yang. Pilihan lainnya masing-masing dari infeksi yang berbeda puing yang terinfeksi tampaknya tidak mungkin seperti mengapa masing-masingsepotong puing terinfeksi akan berbeda? Ganoderma infeksi diklaim terjadi selama periode tahun yang jauh lebih lama dari skala waktu lebih akrab dan serius tanaman jamur patogen (misalnya Fusarium oxysporum). Meskipun demikian, membusuk penting ekonomis. Banyak teknik dan praktek budaya memang telah dikembangkan Durand-Gasselin et al. 2005). Perbedaan dalam melaporkan kerentanan mungkin berhubungan dengan perbedaan dalam ''sumber daya genetik, dan sekali lagi menunjukkan metode yang sah untuk mengendalikan penyakit bahwa dengan mengembangkan OP dengan lebih, dan / atau lebih tahan, lignin infeksi dapat dikurangi. Perlu dicatat bahwa diamati perbedaan dalam varietas tanaman mungkin tidak mendukung pengertian tentang perbedaan sejati kerentanan. Dalam kasus ini, perkembangan penyakit mengambil 20 dan 8 tahun. Dinyatakan bahwa kerugian sebesar 20% pada umumnya tidak ekonomis yang signifikan, dan tidak ada yang namanya bebas Ganoderma budidaya. Ini Tampaknya BSR dimulai di telapak tangan muda dan menyebar tetapi tanpa bahan peledak fase eksponensial.OP dapat menunjukkan BSR konversi berikut setelah karet (Banjir et al, 2005) yang dapat terjadi 10-14 tahun setelah tanam. Tampaknya akar penting dari kontak puing meskipun hal ini juga mungkin penting untuk bibit melihat kemudian): ini tidak memperhitungkan penyebaran penyakit dari spora. Metode peningkatan ke''menekan sebuah 'batang besi''untuk menentukan pembusukan adalah mungkin, misalnya ergosterol analisis atau dicerna enzim Paterson et al., 2.000) BSR adalah penyakit yang paling destruktif dalam OP (Susanto et al. 2005): G. mulai boninense dapat ditemukan bahkan di muda tanaman: penyakit ini juga diamati pada tahap pembibitan. Jamur diklaim menjadi tanah ditanggung, walaupun dapat disebarkan oleh spora. Namun, dinyatakan bahwa serangan Ganoderma root sistem (Utomo et al., 2.005) Dari kedua dan selanjutnya tanam siklus. Hal ini tampaknya hanya dalam bibit dan kemudian infeksi oleh udara. Pilotti et al. (2003) menunjukkan banyak keragaman genetik yang menuju akhir ini mungkin berguna dalam membedakan jamur pada mati, dibandingkan hidup, OP. Lim dan Fong (2.005) menyiratkan bahwa spora dari berbuah tubuh adalah sumber inocula infeksi lebih lanjut dengan kontak akar juga menjadi suatu kemungkinan. Mereka menyebutkan bahwa gejala pada bibit adalah kelapukan''''yang merupakan kesalahan sebagai jamur membusuk putih (dan lihat sebelumnya). (2005) menunjukkan bahwa infeksi dari inokulum besar di invasi diperbolehkan materi mati yang hidup materi. Namun, makromolekul yang akan diserang adalah tidak hidup jaringan. Tidak ada alasan khusus untuk menyarankan bahwa jamur benar-benar perlu untuk mengatasi sel-sel hidup pertama sebagai mati kayu dapat benar-benar terkena: spora dapat kontak dengan jaringan palem yang baru dipotong memungkinkan infeksi sebagai Panchal dan Bridge (2005) menyebutkan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penyakit berada di bawah kendali di PNG ( Pilotti, 2005). Jadi, mungkin ada manfaat yang akan diperoleh dari perbandingan langsung negeri ini dengan SE Asia dimana penyakit tampak lebih serius. Basidiospores yang terlibat sebagai sumber infeksi yang dominan telapak tangan, walaupun, mengejutkan, ini bukan pandangan konvensional. Further- Lebih - lebih, Ana (2005) memberikan wawasan gesit penyebaran penyakit di mana kontak akar adalah penting dalam bibit infeksi tapi pemencaran spora lebih signifikan kemudian. BSR hanya bagian dari siklus penyakit. Penyebab beralih dari endemik formulir ini untuk sebuah pohon yang mempengaruhi tahap'' (Sankaran et al, 2005) Akan menerangi, tetapi pasti sukar dipahami. Dapat terlihat bahwa jamur tidak dibahas dalam . hal itu menjadi WRF dalam kaitannya dengan OP. Taksonomi dari jamur adalah bidang yang cukup potensial untuk penelitian akademis dan akan dipertimbangkan bersama-sama selanjutnya dengan metode-metode untuk mengidentifikasi jamur

IV. Ganoderma sistematika dan diagnosis
Hal ini tidak dimaksudkan untuk menjadi komprehensif taksonomi tinjauan. Banyak masalah yang berhubungan dengan kontrol tertentu taksa tertentu dan diagnostik berada dalam bidang ini. Ganodermataceae adalah WRF dari kayu keras. Mereka menurunkan sampai preferentially ligninselulosa putih terlihat - Namun, dalam taksonomi bingung Ganoderma: Polyporus lucidus adalah yang pertama digambarkan G. genus spesies (Seo, dan Kirk, 2000) dan G. boninense boninense dikaitkan dengan penyakit OP. Ryvarden (1995) menekankan bahwa taksonomi Ganoderma berada dalam menyedihkan negara. Moncalvo (2000) ditunjukkan oleh rDNA data sekuens indikasi beberapa ketidakmampuan logis karakter. Walaupun demikian, telapak clade itu heterogen berisi berbagai taksa dan membutuhkan lebih penyelidikan. Sebuah mengejutkan jumlah besar embrio chemotaxonomy telah dilakukan dalam genus Yang berkaitan dengan jangkauan besar senyawa bioaktif ditemukan. Jika tidak, Hong dan Jung (2004) meneliti karakteristik dan struktur tunggal mt lokus SSU untuk studi filogenetik mungkin Ganoderma di Alunan Spesies Ganoderma dibagi menjadi enam monophyletic raksasa membuat basal garis keturunan yang berbeda dari Tomophagus Ganoderma lain spesies dan nama genus Tomophagus G. tampaknya sah; (2) G. applanatum and G. applanatum dan G. lobatum lobatum berkerumun di Subgenus Elfvingia (nama lain) sebagai monophyletic kelompok; (3) G. tsugae tsugae dari Amerika Utara, dan G. valesiacum dari Eropa dan terkait erat G. keduanya dari tumbuhan runjung. dan strain berlabel dari Eropa dan Kanada yang dikelompokkan dengan lucidum tinggal di Amerika Serikat kayu keras dan Taiwan dikelompokkan dengan G. resinaceum , G. G. resinaceum, G. pfeifferi and G. pfeifferi dan G. subamboinense var. subamboinense var. dan mereka semua diproduksi chlamydospores; (5) dua dan tiga strain Amerika G. lucidum and lucidum dan Masing-masing adalah resinaceum G. conspecific dan (6) strain lucidum dari Korea dan Jepang itu monophyletic dan dibedakan dari spesies dari Eropa dan Utara Amerika. hubungan, kehadiran chlamydos - pori-pori dalam budaya dan hubungan filogenetik terbukti karakteristik penting dalam sistematika. It would Akan tampak bahwa wilayah geografis yang signifikan. Tentu saja, itu diperlukan untuk menentukan bagaimana membandingkan isolat OP ini spesies. Singkatnya, situasi yang kompleks, yang menyiratkan bahwa nama yang diberikan kepada Ganoderma harus diperlakukan dengan hati-hati (1995) menyebutkan bahwa 15 spesies Pada awal 1995, pectinase tidak sesuai dengan host asal dengan telapak tangan dan membentuk klaster yang berbeda dalam sebuah dendrogram, meskipun strain yang sangat bias terhadap OP. Isolat menyerang OP tidak dapat dibedakan dari Taksonomi kacau divisi masih dirujuk t (2000). BSR konsep itu sangat bingung.sebagian besar diskusi ini disediakan pada meskipun mereka hanya dapat dari relevansi kecil membusuk putih. Namun, menyatakan bahwa dan pektin biodegradasi penting dalam pathogenicity dari OP menemukan intraspecific variabilitas boninense tinggi. isolat yang berbeda terutama dari sudut pandang genetik, dan tidak ada hubungan langsung antara isolat pada tetangga atau dipisahkan spasial telapak tangan. Mereka menyimpulkan bahwa seksual reproduksi yang signifikan Epidemiol komponen - ogy dari penyakit. Di sisi lain, (2000) Miller et al. (1999) menemukan banyak variabilitas antara galur dari kelapa sama dalam beberapa kasus berbeda. Istilah'kelapukan itu keliru digunakan dalam dokumen ini menggambarkan BSR lesi. Yang kemungkinan hasil negatif palsu tidak dipertimbangkan dalam studi tentang Ganoderma menggunakan PCR metode. menyatakan bahwa penggunaan penguatan kontrol internal (IAC) yang wajib, dan Paterson (2004) menunjukkan bahwa inhibisi dapat terjadi di budaya murni dari penicillia melalui sekunder metabo - lites. fungi Selain itu, masalah IAC untuk jamur Ganoderma) adalah ditinjau secara luas di Paterson (2007). Terkait dengan ini, Ganoderma dikenal untuk menghasilkan metabolit sekunder banyak (Paterson, 2006b) beberapa dengan struktur yang signifikan / kegiatan efek pada asam nukleat dan protein (Mizushina et al, 1999), Dan jamur ini tidak dapat dibebaskan dari IAC melaporkan asam nukleat khusus. metodologi untuk ciri patogen Ganoderma. Hasil menunjukkan bahwa strain OP spesies tunggal meskipun apakah PCR taksa lain yang dihambat tidak dapat ditentukan tanpa IAC. Beberapa Ganoderma ( taksa itu patogenik untuk OP Dan ingly ada kebingungan tentang konsep spesies. G. zonatum juga merupakan patogen, atau apa yang digambarkan sebagai patogenik''lemah''. Jamur yang terlibat di PNG telah pernah ragu-ragu juga diidentifikasi sebagai G. boninense Pilotti 2005).
Sampai akhir-akhir ini paling tidak, pendeteksian dari penyakit ini didasarkan pada gejala eksternal dan hanya terbukti ketika basidiomata tampak. Kalau tidak, gejala dapat disebabkan oleh organisme yang berbeda. Tidak jelas apakah ada teknik baru dijelaskan telah digunakan pada rutin untuk menggantikan metode tradisional ini. Isu bagaimana mengambil contoh perwakilan dari bahkan satu OP perlu ditangani .Sebuah media selektif memiliki beberapa jasa untuk deteksi dini Molekuler fingerprinting adalah memperbaiki untuk mengkonfirmasi asal-usul Ganoderma dalam lingkungan profil yang disediakan tampaknya tidak akan sama dalam kontra - diksi dengan apa yang penulis diklaim. Teknik diizinkan deteksi Derma dalam jaringan yang terinfeksi. Jauh lebih jumlah pengujian diperlukan dan terutama dari OP sehat yang dapat mengandung jamur (Panchal dan Bridge, 2005). juga menggambarkan metode berbasis antibodi yang berada dalam tahap pengembangan awal. melaporkan pada asam nukleat tertentu metodologi untuk mencirikan patogen Ganoderma: hasilnya menunjukkan. bahwa OP milik mengisolasi spesies tunggal Karena IAC tidak bekerja, kesimpulan ini harus dalam keraguan ( Paterson, 2007) Paterson 2007). Mereka menyebutkan bahwa hasil Pilotti et al. (2000) yang tidak spesifik dan mengkonfirmasi bahwa Amplifikasi Acak Polimorfisme DNA dan AFLP. AFLP sangat sensitif terhadap kontaminasi. Selain itu, antara variabilitas jangka RAPDs tinggi. Sebuah metode yang diperlukan untuk memisahkan dari Ganoderma . mati OP atau tanah, dari mereka yang menurunkan OP sehat.
Menjelang akhir ini, Pilotti et al. (2003) menunjukkan banyak keanekaragaman genetik yang mungkin berguna. Konsep Ganoderma endophyte harus dipertimbangkan seperti yang disarankan kelapa (lihat di atas) dan tidak sedikit karena bibit mempunyai penyakit (Sanderson, 2005). Asam nukleat metode perlu mempertimbangkan kemungkinan ini dalam hal . cocok eksperimental kontrol. Akhirnya, keragaman metabolit sekunder yang dihasilkan oleh genus, termasuk, menuntut untuk bekerja lebih lanjut dalam Dan mungkin. nostic senyawa dalam OP terinfeksi. Dapatkah pertimbangan jamur membusuk menjadi putih akan OP? digunakan untuk kontrol lebih efektif OP?

V. Ganoderma kontrol
Berbagai metode diperlukan untuk terintegrasi. Soepena et al. Pendekatan pengendalian penyakit menganggap bahwa semua bahan tanaman yang terinfeksi dapat diobati dengan a Trichoderma biofungicide—that sebuah Trichoderma biofungicide-itu belum ditentukan bahwa . ini akan berhasil. Sangat hati-hati perlu diambil palm oil bahwa mereka tidak mengotori produk akhir minyak sawit as Trichoderma spp. sebagai Trichoderma spp menghasilkan metabolit sekunder beracun (Paterson, 2006a) Penghindaran penyakit melibatkan mengurangi sumber infeksi pada waktu kliring lama berdiri yang merupakan dasar prosedur minimum.kesimpulan dari melibatkan mendasar memikirkan kembali dalam epidemiologi dari penyakit-penghapusan sistem akar tua mungkin tidak penting. They mentioned Mereka menyebut bahwa kontrol total dicapai menyatakan bahwa kendala utama pengendalian penyakit adalah kurangnya informasi yang memadai tentang variasi dalam spesies Ganoderma yang berhubungan dengan penyakit dan modus reproduksi mereka. Namun, hanya diperdebatkan bagaimana informasi yang berguna ini tidak langsung adalah kontrol dalam bidang. yang tersisa di lapangan dilaporkan a amat penting sumber infeksi dan sebagian besar secara alami manajemen melibatkan pemindahan, terutama pada penanaman kembali. Penyebaran dan cincang. Yang luas mungkin lebih baik. pilihan dari windrowing Juga, spora bisa datang di kontak dengan jaringan palem yang baru dipotong. Yang memungkinkan infeksi yang menyediakan prosedur untuk kontrol menyegel luka. Disarankan lagi, yang terinfeksi puing dan badan berbuah dihapus sebelum tanam untuk mengontrol. penyakit, yang jelas Di sisi lain, sebuah penghargaan terhadap bagaimana hidup, sawit adalah terdegradasi mengarah secara alami untuk metode untuk kontrol, misalnya peternakan / seleksi untuk tinggi, atau lebih tahan, mengandung telapak tangan melihat untuk memodifikasi dalam tumbuhan herba), dan menggunakan untuk menurunkan. limbah di lantai perkebunan. Penelitian tinggi, atau resisten lignin OP membutuhkan menyebut tertentu sebagai daerah yang dapat merevolusi cara OP dikelola oleh. industri.
Ketika OP ditebang mereka menciptakan sejumlah besar limbah produk yang telah terbakar di masa lalu. Namun, ini dilarang di Malaysia karena masalah kabut terus-menerus. Sebuah solusi potensial adalah meningkatkan degradasi limbah di lantai perkebunan Paterson et al., 2000). Pada dasarnya ini mencakup meningkatkan dicerna yang OP limbah oleh lignin merendahkan pengobatan dengan jamur dan phenonomom sebuah adaptasi dari palo podrido''''phenonomom. Data berguna disajikan dalam Khalid et al. (2000) pada proses dekomposisi residu kelapa yang efektif bertindak sebagai control untuk setiap usulan proses dipercepat Seorang dua tahap degradasi batang jelas dengan cepat dan tahap lambat untuk pertama 10 dan . sisa 8 bulan, masing-masing. An average of 15% dry Rata-rata 15% keringmateri tetap. Penilaian itu dibuat dari jamur isolat dikumpulkan daerah untuk ligninase, selulase, dan amilase dalam plate agar tes dengan maksud untuk merendahkan OP dengan-produk mengkonfirmasikan status membusuk putih.
Marasmius strain sudah tinggi ligninase. ligninase dan tingkat amilase tapi tidak selulase terdeteksi. Karakter ini bisa saja efektif untuk meningkatkan. selulosa dicerna substrat. Namun, banyak yang OP. Hydnum sp. tak tumbuh di OP. Hydnum sp. and Pleurotus djamor did dan Pleurotus djamor tidak grow. tumbuh dengan baik dan lebih baik daripada pertumbuhan tercepat Ganoderma. Ini adalah fitur yang bermanfaat juga sebagai diinokulasi strain akan Ganoderma . kebutuhan untuk lepas dari Ganoderma pribumi. Yang serupa, two dua Lenzites dan Marasmius strain memberikan bobot tertinggi loss. kerugian. Ergosterol digunakan untuk mengukur pertumbuhan dalam studi yang merupakan teknik yang disarankan untuk memperkirakan ( Penyakit Ganoderma OP oleh penulis sekarang. Dicerna enzim juga tes sangat diinginkan untuk menentukan jumlah pembusukan dan jika perawatan sebenarnya meningkatkan dicerna yang substrate mungkin berguna meskipun terlibat peralatan mahal dan tidak langsung memberikan data. data. In conclusion, Sebagai kesimpulan, menarik dan mendorong hasil. diperoleh dalam karya pendek. Sebuah sel gratis penyiapan enzim ligninases Dapat diterapkan pada sampah, yang akan menghindari. mengandalkan pertumbuhan jamur di perkebunan, Akhirnya menyebutkan sebentar dalam abstrak kertas bahwa biodegradasi penelitian sedang dilakukan untuk benar-benar menurunkan materi OP ditinggalkan di tanah. Anehnya tidak ada rincian di kertas dan begitu kesimpulan tidak dapat dibuat. Pada rekapitulasi tema, WRF perlu untuk menyerang polisakarida dan lignin untuk menurunkan kayu (misalnya OP). Limiting Membatasi carbon, nitrogen and sulph.


Sumber :http://budakponti-fahlevi.blogspot.com/2010/03/penyakit-ganoderma-kelapa-sawit.html 

MENGATASI MONSTER YANG MENGANCAM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Jamur sebesar kapal selam dengan pertumbuhan yang lebih cepat ditemukan di bawah perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Jumlahnya sangat banyak dan ukurannya bisa sebesar kapal selam.

Jamur yang dikenal dengan nama Ganoderma tersebut bersifat patogenik terhadap tanaman kelapa sawit. Karena ukurannya yang besar, Ganoderma tak ubahnya sebagai monster yang hidup di bawah permukaan tanah dan memakan setiap tanaman kelapa sawit baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Gambar 1 di bawah adalah potret udara yang menunjukkan ukuran Ganoderma di perkebunan kelapa sawit.

Perkembangan Monster Ganoderma
Di dalam tanah Ganoderma tumbuh menjadi berukuran besar melalui perantaraan akar tanaman sawit. Semula satu tanaman terinfeksi di bagian perakarannya. Karena akar tanaman sawit yang sudah dewasa saling bertemu dan membentuk bantalan perakaran seluas perkebunan itu sendiri, maka Ganoderma yang semula berukuran 4 m x 4 m x 1 m dengan mudah tumbuh membesar pada bantalan perakaran sawit di bawah permukaan tanah.

Apalagi bahan tanaman kelapa sawit yang dikembangkan di Indonesia diketahui peka terhadap serangan Ganoderma. Ketika pangkal batang terserang, cepat atau lambat tanaman akan mati. Pada pangkal batang yang terserang sering terbentuk tubuh Ganoderma umumnya berbentuk cakram dan bertekstur menyerupai kayu, bagian atas licin berwarna cokelat muda sampai cokelat gelap sedangkan bagian permukaan bawahnya kasar berwarna krem, tempat di mana jutaan spora diproduksi.

Para pekebun sering salah persepsi bahwa ukuran Ganoderma hanya sebesar tubuh buah yang terbentuk, kurang lebih sebesar cawan. Padahal kalau dibandingkan dengan ukuran sebenarnya, tubuh buah Ganoderma dapat diibaratkan hanya merupakan rambut-rambut kecil monster raksasa. Dengan demikian ketika tubuh buah dimatikan, Ganoderma yang ukurannya sebesar kapal selam tidak akan mati. Tunggul-tunggul tanaman yang terserang merupakan urat nadi Ganoderma, karena merupakan tempat di mana Ganoderma bertahan hidup ketika tanaman sudah mati.

Kerugian yang diakibatkan
Serangan monster Ganoderma cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi. Satu generasi tanaman kelapa sawit adalah 25 tahun. Dari hasil pengamatan kondisi serangan pada beberapa lokasi perkebunan kelapa sawit diduga tingkat serangan rata-rata Ganoderma mencapai 5%. Pada tahun 2009 produksi kelapa sawit mencapai 22 juta ton.

Dengan perhitungan harga US$ 700 per ton, peluang pendapatan negara yang hilang karena adanya serangan monster Ganoderma mencapai 6,8 triliun rupiah. Itu baru diperhitungkan dari jumlah populasi sawit yang mati, belum termasuk tanaman sakit yang tumbuhnya merana dengan produktivitas 50% dari tanaman sehat, yang jumlahnya mencapai 50% dari jumlah tanaman mati.

Kematian lebih dari 50% populasi tanaman tidak jarang dijumpai. Gambar 2 menunjukkan satu blok kebun sawit seluas 25 hektar porak-poranda akibat serangan Ganoderma. Tanaman kelapa sawit yang terlihat begitu kokohnya tampak tidak berdaya menghadapi Ganoderma yang menggerogoti system perakarannya. Hewan besar seperti gajahpun tidak mampu melakukan itu, kecuali saat tanaman kelapa sawit masih kecil. Para pekebun pada umumnya tidak bisa berbuat banyak menghadapi monster yang menyerang perkebunan kelapa sawit mereka.


Sumber : http://www.sinartani.com

TENTANG ITIK ALABIO

Itik Alabio (Anas platurynctos borneo) berasal dari daerah Hulu Sungai Utara – Kalimantan Selatan. Nama alabio dipopulerkan oleh drh Saleh Puspo tahun 1950, berasal dari nama desa di Kecamatan Sungai Pandan. Beternak itik alabio merupakan usaha turun-temurun penduduk setempat.

Unggas yang punya ciri khas paruh dan kaki kuning ini merupakan salah satu itik spesies unggul di Indonesia.  Produksi telurnya sebesar 220 – 250  butir per ekor per tahun, dengan puncak produksi sebesar 92,7%. Konsumsi pakannya 155-190 g/ekor/hari,  dengan daya tunas 90,38%, daya tetas 79,49-80%, dan mortalitas setelah menetas 0,75 - 1%.

Hasil penelitian yang telah dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) menunjukkan bahwa rata-rata umur pertama bertelur itik Alabio dicapai pada umur 142,12 hari. Rataan bobot badan pertama bertelur itik Alabio 1621,75 g, sedangkan bobot telur pertamanya 50,54 g. Bobot dewasa 1,6 – 1,8 kg untuk betina dan 1,8-2,0 kg untuk yang jantan.

Usaha tani itik alabio telah dilakukan sejak lama di Kalimantan Selatan dan mampu memberikan kontribusi yang memadai terhadap pendapatan keluarga. Usaha itik alabio menjadi mata pencaharian utama bagi 46,81% peternak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara, dengan rata-rata pengalaman beternak 9,69 tahun, dengan skala kepemilikan bervariasi antara 200 - 7.000 ekor/peternak.


Sumber : http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=1293

KEUNGGULAN ITIK MOJOSARI SEBAGAI ITIK PETELUR

Itik merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan di DKI Jakarta. Populasinya
meningkat dari tahun ke tahun dan saat ini mencapai sekitar 56.000 ekor. Pemerintah DKI
Jakarta mencanangkan komoditas itik sebagai komoditas unggulan Wilayah Jakarta Timur
dan Jakarta Utara pada 5 tahun mendatang.
Salah satu masalah dalam pengembangan itik di DKI Jakarta adalah rendahnya
produktivitas karena kurangnya ketersediaan bibit itik yang baik kualitas genetiknya. Itik yang
ada saat ini beragam kualitas maupun asalnya. Untuk itu diperlukan dukungan penyediaan
itik unggul yang memiliki produktivitas tinggi, menghasilkan telur yang rasanya enak dan
digemari konsumen.

JENIS ITIK DI DKI JAKARTA
Itik Indonesia mula-mula berasal dari Jawa, di Inggris itik ini dikenal dengan nama
INDIAN RUNNER (Anas javanica). Itik jenis ini umumnya disebut itik Jawa, karena tersebar
dan berkembang di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Berbagai jenis itik lokal dikenal penamaannya berdasarkan wilayah asal dan sifat
morfologis seperti itik Alabio, itik Tegal dan itik Mojosari. Itik yang banyak dibudidayakan di
DKI Jakarta antara lain itik Tegal, itik Mojosari, itik Bali, itik Alabio dan itik Maros, dengan
ciri-ciri sebagai berikut:
1 Kepala kecil leher agak panjang.
2 Paruh agak pipih dan tipis.
3 Badan kuat bentuk bulat panjang, berdiri tegak lurus ke atas seperti botol bir.
4 Warna bervariasi, warna dominan coklat muda dengan warna kaki kuning, hitam atau
kemerahan.
5 Berat betina rata-rata 2 kg dan berat jantan rata-rata 2,5 kg.
6 Produksi telur 200-300 butir/ tahun dengan berat rata-rata 70 gram.

ITIK UNGGUL MOJOSARI
Itik Mojosari merupakan salah satu itik petelur unggul lokal yang berasal dari
Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Itik ini berproduksi lebih tinggi dari pada itik Tegal. Itik
Mojosari berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha ternak itik komersial, baik pada
lingkungan tradisional maupun intensif.
Bentuk badan itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lainnya,
tetapi telurnya cukup besar, enak rasanya dan digemari konsumen.
Ciri-ciri itik Mojosari, antara lain:
1 Warna bulu kemerahan dengan variasi coklat kehitaman, pada itik jantan ada 1-2 bulu
ekor yang melengkung ke atas.
2 Warna paruh dan kaki hitam.
3 Berat badan dewasa rata-rata 1,7 kg.
4 Produksi telur rata-rata 230-250 butir/tahun.
5 Berat telur rata-rata 65 gram.
6 Warna kerabang telur putih kehijauan
7 Masa produksi 11 bulan/tahun.
Itik Mojosari yang bertelur pertama kali pada umur 25 minggu memiliki masa produksi
lebih lama, bisa sampai 3 periode masa produktif.
Setelah umur 7 bulan produksinya mulai stabil dan banyak. Dengan perawatan yang
baik produksi perhari dapat mencapai rata-rata 70-80% dari seluruh populasi.


ADAPTASI ITIK MOJOSARI DI DKI JAKARTA
Itik Mojosari cukup beradaptasi di DKI Jakarta. Hasil pengkajian IP2TP Jakarta di
Wilayah Kelurahan Rorotan Jakarta Utara menunjukkan bahwa itik ini mampu berproduksi
sekitar 203 butir per tahun, lebih tinggi dari itik lokal yang berproduksi sekitar 188 butir per
tahun.
Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 150 gram/ekor/hari.
Pakan yang diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi untuk bertelur sebesar
2.970 kilo kalori per kg.
Kualitas telur yang dihasilkan cukup baik dilihat dari ukuran, warna kuning telur, tebal
kerabang dan kekentalan putih telurnya. Berat telurnya rata-rata sekitar 64,5 gram per butir.
Kecocokan itik Mojosari di Wilayah DKI Jakarta, juga dapat dilihat dari tingkat
kematian yang hanya 0,75% dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap penyakit dan parasit.


Sumber: IP2TP Jakarta, 2000. Laporan Hasil Kegiatan Gelar Teknologi Penerapan Sistem Usahatani Itik Petelur dl DKI Jakarta

Senin, 10 Januari 2011

MENGENAL PUPUK UREA

Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.


Kegunaan pupuk Urea
Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
  1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
  3. Menambah kandungan protein tanaman
  4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan

Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen
  1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan
  2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
  3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas
  4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya


Sumber : http://pusri.wordpress.com/2007/09/22/mengenal-pupuk-urea/ 

PETANI DIHARAP HATI - HATI DENGAN ROUND UP


Para ilmuwan menemukan Herbisida Roundup dalam kadar yang sangat kecil pun dapat membahayakan dan mematikan sel manusia. Dr Mae-Wan Ho dan Brett Cherry, di Institut Biologi di Caen, Perancis, mengatakan bahwa empat formula herbisida glyphyosate dari Roundup yang diproduksi Monsanto, sangat beracun terhadap sel manusia, walau ini telah diencerkan jauh di bawah konsentrasi yang disarankan untuk pengunaan pertanian.

Empat jenis herbida Roundup adalah formula campuran bahan glyphosate dengan berbagai bahan "adjuvant" lain (adjuvant adalah 'booster' yang ditambahkan ke dalam untuk meningkatkan efek bahan aktif herbisida).

Sekarang ini, formula Roundup berada di "papan atas" dunia sebagai herbisida bebas, dan pasarannya terus meluas. Karena terutama diaplikasikan pada lebih 75% dari tanaman modifikasi-genetika yang memang direkayasa tahan pada herbisida Roundup (roundup-tolerant).

Pencemar Utama di Sungai
Di Indonesia, herbisida formula Roundup ini digunakan secara luas oleh petani kita untuk membunuh tanaman liar. Pemasaran racun gulma ini, telah begitu bebas dan luas, sehingga mudah ditemukan hingga ke warung-warung kecil di pedesaaan. Sejak sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) diperkenalkan kepada petani Indonesia, penggunaan hebisida menjadi sangat popular di kalangan petani.

Sementara itu, Isis (Institute of Science in society, Inggris) melaporkan bahwa Glyphosate dan metabolite utamanya asam aminomethylphosphonic (AMPA) adalah pencemar utama di sungai sungai utama dunia. Sementara adjuvan, sering tidak dapat dihitung keberadaannya di lingkungan, bahkan adjuvant biasanya dianggap 'rahasia' dan dilindungi oleh sebagai rahasia dagang.

Di antara adjuvant yang ada, yang utama adalah lemak polyethoxylated amine (POEA). POEA digunakan sebagai surfactant (bahan pemicu/pengaktif) dalam formula Roundup, untuk meningkatkan daya larut dan penetrasi ke tanaman.

Membunuh Jaringan Sel ManusiaSel manusia yang diuji oleh Institut Biologi Caen, adalah sel jaringan utama HUVEC dari umbilical cord vein epithelium (organ pembuluh darah), rangkaian sel 293 ginjal, dan rangkaian sel JEG3 tembuni. Semua sel mati dalam waktu 24 jam sesudah terpapar formula Roundup.

Dalam studi yang dilakukan, semua formula Roundup telah
diuji pada konsentrasi 10 ppm (bagian per sejuta) hingga 2 persen dari rekomendasi Monsanto untuk penggunaan di lingkungan pertanian. Ini berarti bahwa formula Roundup itu diencerkan hingga 100 000 kali atau lebih, dari yang biasa disemprot petani di lahan.

Formula Roundup berupa variasi bahan-bahan aktif glyphosate: Roundup Express, 7,2 g / L (R7.2); Roundup Bioforce, 360 g / L (R360); Roundup Grand Travaux, 400 g / L (R400), dan Grand Travaux Roundup Plus, 450 g / L (R450). Formula ini sebanding dengan glyphosate (G), AMPA, dan POEA.

Para peneliti menemukan bahwa keberadaan dari bahan-bahan kimia lainnya di formula Roundup, seperti POEA, sebenarnya membesarkan dampak racun glyphosate.

Toksisitas formula Roundup menjadi tidak proporsional dengan jumlah glyphosate yang terkandung, kemungkinan besar disebabkan POEA dan bahan lain yang ada di semua formula. POEA sendiri jauh lebih beracun daripada formula Roundup, sedangkan AMPA lebih beracun daripada glyphosate.

Perlu diketahui pula, formula roundup adalah "turunan langsung" dari formula agent-oranye yang pernah digunakan oleh tentara Amerika Serikat, untuk menyemprot hutan-hutan Vietnam. dalam perang Vietnam, agent-oranye digunakan untuk membunuh pohon-pohon dan semak yang diperkirakan tempat bersembunyi gerilyawan Vietkong.

 

Sumber: ISIS Press Release 11/02/09: http://www.i-sis.org.uk/DMPGR.php