Kamis, 20 Januari 2011

PANEN KELAPA SAWIT

1. Pengrtian Panen
Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai criteria matang panen, mengumpulkan dan mengutipbrondolan serta menyusun tandan di tempat pengumpulan hasil (TPH).
Tujuan panen adalah untuk memanen seluruh buah yang sudah matang panen dengan mutu yang baik secara konsisten sehingga potensi produksi minyak dan inti sawit maksimal dengan dicapai. Oleh karena itu, bila terjadi ada buah matang yang tidak terpanen, mutu buah yang tidak sesuai dengan criteria matang panen dengan buah yang dipanen tidak dapat segera dikirim kepabrik, agar segera dicari solusinya.
Manajemen kebun bertugas untuk memanen semua buah matang yang ada dan mengirimnya ke pabrik pada saat kualitas buah optimum untuk mendapatkan kualitas minyak dan inti sawit yang maksimum. Buah yang dipanen hari ini harus sampai di pabrik hari ini juga.

2. Sistim Panen
 2.1 Kriteria Matang Panen
Kriteria matang panen adalah persyaratan kondisi tandan yan ditetapkan untuk dipanen. Kriteria matang panen TBS yaitu 5 Brondolan segar per tandan di piringan.
Brondolan di piringan yang kecil ukurannya (partenocarp), brondolan kering atau yang sakit tidak bisa dijadikan dasar sebagai kriteria matang panen. Halini didasarkan pada pertimbangan:
* Rendemen minyak sawit dan rendemen inti sawit serta perolehan total minyak dan inti sawit.
* Kehilangan brondolan di lapangan karena diambil atau dicuri serta tidak terkutip (di gawangan dan terutama di piringan) dapat diminimalkan.
* Kemudahan bagi pemanen dalam mengutip brondolan sehingga yang tidak terkutip dapat ditekan seminimal mungkin.
Bila dipokok dijumpai tandan yang membrondol < 5 butir tandan belum dipanen. Dengan tidak memanen tandan yang berondolannya < 5 butir di piringan secara konsekwen maka komposisi kemantangan buah yang dipanen sampai ke PKS ( Pabrik Kelapa Sawit) akan sangat baik. Demikian juga mengenai jumlah pelepah dipokok dapat dipertahankan 48-56 helai karena pelepah baru di turunkan setelah tandan matang. Kondisi seperti ini dalam jangka panjang sangat berpengaruh terhadap produksi.



2.2 Komposisi TBS
Komposisi (%) kematangan TBS yang ideal untuk diolah di pabrik :
Fraksi
Komposisi (%)
Kematangan
00
0
Tidak dibenarkan
0
0
Tidak dibenarkan
1
15
Kurang ideal
2, 3, 4
80
Ideal
5
5
Tidak ideal
6
0
Tidak dibenarkan
Brondolan
12,5
Ideal <15,5 % terhadap berat
Kotoran
0,1
Tidak dibenarkan >0,1 %
Tabel : Komposisi TBS yang ideal untuk diolah
2.3 Rotasi Panen
Rotasi panen di kebun diatur dan disesuaikan dengan hari kerja pabrik. Rotasi panen kelapa sawit secara umum adalah:
- Pusingan 5/7 :5 hari memanen dengan rotasi 7 hari (Senin – Jum’at)
- Pusingan 6/7 :6 hari memanen dengan rotasi 7 hari (Senin – Sabtu) biasanya hanya dilakukan waktu musim panen puncak.

3. Organisasi Panen
3.1 Struktur Organisasi
Skema Organisasi Panen Di Kebun.
Manajer
KD Tanaman
Asisten Afdeling
Mandor 1
Mando Panen + P2B
Mandor Panen + P2B
Mandor Pemeliharan
Mandor Pemeliharn
Pemanen
15 – 20 Orang
Pemanen
15 – 20 Orang
 
3.2 Tanggung Jawab
Setiap masing – masing petugas memiliki tanggung jawabnya sendiri mulai dari pemanen sampai manejer.
Adapun tanggung jawab petugas terkait dengan panen, yaitu:
3.2.1 Pemanen
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan
* Mutu buah panen
* Susunan cabang / pelepah
* Tangakai cangkem kodok karena dapat menghindari losis minyak di pabrik
* Buah dipanen dikumpul di TPH
* Hindarkan cabang sengkeleh, terkena egrek
* Menomori setiap tandan
3.2.2 Tukang Muat
* Buah F00 / F0 yang tidak bernomor
* Kebersihan brondolan di TPH
3.2.3 Sopir
* Buah sampai di pabrik
3.2.4 P2B (Petugas Pemeriksa Buah)
* Mutu buah panen di TPH bila F00, F0 dicross dan TBS bagus diceklis
* Kebersihan brondolan di TPH setelah buah diangkut
* Tangkai panjang / cangkem kodok
* Buah tidak bernomor
* Membuat laporan mutu dan jumlah buah
3.2.5 Mandor Panen
* Menghitung kerapatan panen untuk membuat rencana panen besok harinya.
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan dipiringan / gawangan
* Susunan cabang / pelepah
* Buah dipanen tidak dikumpul di TPH
* Cabang sengkleh terkena egrek
* Membuat laporan panen harian (PB24)
* Melaporkan situasi umum kondisi blok yang dipanen
3.2.6 Mandor 1, Asisten Tanaman dan Kepala Dinas (KD)Tanaman
* Mutu buah panen di TPH
* Tangkai cangkem kodok
* Kebersihan panen dan pengutipan brondolan dipiringan
* Susunan cabang / pelepah
* Buah dipanen tidak dikumpul di TPH
* Cabang sengkleh terkena egrek
* Mempersiapkan kendaran angkut sesuai kebutuhan
* Membuat evaluasi dan rencana panen di afdeling
3.2.7 Manejer
* Konsistensi pelaksanaan panen
* Sortasi di loading ramp (sebagai cross check pelaksanaan panen)
* Evaluasi pelaksanaan sistim panen

4. Pengaturan Panen
4.1 Pembagian Kapveld
Kapveld yaitu luas areal panen harian. Luas afdeling dibagi 5 atau 6 kapveld dalam I minggu (7 hari), maka pusingan setiap kapveld 7 hari.
Contoh :
Luas afdeling = 800 ha (50 blok@16 ha) seluruhnya TM.
Hari kerja panen Senin – Kamis @ 7 jam = 28 jam
Jum’at = 5 jam
Jumlah = 33 jam / minggu
Pembagian kapveld I-IV = 7hari/33jam x 50 blok atau 11 blok.
(untuk hari Senin – Kamis @170 Ha atau 11 blok / hari sedangkan pada hari Jum’at panen hari pendek hanya 6 blok)

4.2 Hancak Panen
Hancak panen adalah luas areal yang menjadi tanggung jawab setiap panen / harinya.
Hancak panen terdiri dari : 

4.2.1 Hancak Tetap
Hancak tetap pada sistim ini pemanen dan areal panen tetap. Cara penentuan luas hancak seorang pemanen didasarkan pada :
1. Kerapatan buah matang
2. Kapasistas pemanen
3. Topografi areal
4. Ketinggian pohon
Contoh : Blok 9B = 16 Ha , ADA 50 baris, jadi pemanen ke I memanen baris 1-10, pemanen ke II memanen baris 11-20, pemanen ke III memanen baris 21-30, dst
Luas maksimal hancak seorang pemanen adalah 2,5 Ha.

4.2.2 Hancak Giring
Hancak panen yang biasa digunakan adalah hancak giring. Dengan hancak tetap mandor panen mudah membagi hancak yaitu dengan membagi habis areal yang akan dipanen dengan jumlah pemanen yang disediakan.
Tetapi mandor panen akan melakukan pengawasanareal yang cukup luas karena kegiatan panen serentak berjalan diseluruh areal yang akan dipanen. Bila panen dilakukan dengan hancak giring panen bisa diselesaikan blok per blok, karena hancak pemanen diberikan dengan 2 atau 2 kali pindah. Dengan demikian areal yang di awasi mandor lebih kecil dibandingkan dengan hancak tetap.

4.3 Kebutuhan Tenaga Panen
Tenaga panen jumlahnya harus disiapkan berdasarkan kebutuhan pada panen puncak. Untuk mengitung jumlah pemanen yang dibutuhkan pada panen besok hari. Mandor panen harus melakukan pengamatan kerapatan buah matang di blok yang akan dipanen pada hari sebelumnya(1 hari sebelum panen dan biasanya dilakukan pada sore hari pada saat mandor panen pulang kerja dinas).
Berdasarkan jumlah tandan matang yang akan dipanen dan kapasistas pemanen, maka pada pagi hari mandor panen sudah dapat menentukan jumlah pemanen untuk panen hari ini.
Contoh : Bila produksi TBS di suatu afdeling yang luasnya 1000 ha adalah 21000 ton per tahun, maka tenaga panen yang harus disediakan adalah 10-12% x 21000/1,5/22 = 63-76 pemanen (panen puncak 12%, kapasitas 1500 kg, hari panen 22).
Pada bulan-bulan biasa penyebaran 8%, kapasistas 1.250 kg, maka tenaga yangdigunakan panen= 8% x 21000/22/1,25 = 61 orang. Dengan jumlah tenaga penen 61 orang maka mandor panen dibutuhkan 3 orang (1 mandor panen membawahi 15-20 pemanen).

4.4 Alat – Alat Panen
Semua kebutuhan alat panen disediakan perusahan kecuali untuk pemanen tenaga pemborong.
Alat- alat panen terdiri dari :
1. Alat chisel (dodos dengan lebar 8cm) di areal tanaman muda (3-5 tahun)
2. Kampak
3. Egrek
4. Aloy stick
5. Tali
6. Gancu
7. Kereta sorong (sepeda)
8. Goni

4.5 Cara Panen
1. Tandan yang telah memenuhi kriteria matang panen dipotong.
2. Pelepah di bawah tandan yang dipanen dipotong mepet (untuk tanaman dewasa) sedangkan pada tanaman muda (3-5 tahun) pelepah tidak dipotong karena yang dipotong hanya buah saja.
3. Pelepah dipotong menjadi 2 bagian dan disusun di gawangan mati (di areal rata), sedangkan di areal bergelombang, pelepah tidak dipotong dan disusun disekitar tanaman sejajar dengan arah teresan / pasar panen agar berfungsi sebagai penahan erosi.
4. TBS disusun ditempat pengumpulan hasil sedangkan brondolan yang dipiringan dikutip bersih dan dimasukan tersendiri dalam karung goni untuk di bawa ke tempat pengumpulan brondolan.
5. Gagang TBS dibentuk cangkem kodok dan diberi nomor pemanen.
6. Tandan buah segar disusun 5-10 tandan per-baris.

5. Pengangkutan TBS
Tandan buah segar yang dipanen harus diangkut dan sampai ke pabrik kelapa sawit pada hari itu juga. Upayakan pengangkutan buah dapat selesai sore hari sebelum malam tiba. Pengangkutan pada malam hari, selain menyulitkan sortasi buah di loading ramp. Dan hindarkan terjadinya buah restan dengan pertimbangan :
1. Buah restan mengakibatkan kenaikan asam lemak bebas (ALB) minyak sawit yang dihasilkan.
2. Buah restan menimbulkan kerawanan terhadap pencurian TBS.
Pengangkutan buah dapat dilakukan dengan kendaraan sendiri atau pemborong. Kebutuhan kendaran angkut buah setiap hari dihitung berdasarkan estimasi produksi yang sudah diketahui pada sore hari (sehari sebelum panen) dan realisasi pengangkutan pada hari sebelumnya. Dan fluaktuasi produksi harian biasanya tidak jauh berbeda.

6. Denda ( Sanksi Panen)
Kriterian penilaian :
Kriteria
Ketentuan
Pemeriksaan di TPH oleh P2B

1. Buah afkir (F00)
Tidak ada
2. Buah mentah (F0)
Tidak ada
3. Kebersihan brondolan di TPH
Bersih
4. Tangkai tandan tidak cangkem kodok
Harus cangkem kodok
Pemeriksaan di lapangan oleh Mandor panen

1. Buah matang tidak dipanen
Tidak ada
2. Kebersihan brondolan dipiringan / gawangan
Bersih
3. Buah dipanen tidak di bawa ke TPH
Tidak ada
4. Pelepah sengkleh terkena egrek
Tidak ada
Denda dilakukan untuk menjaga konsisten mutu panen sesuai kriteria. Dan perhintungan denda dilakukan setiap hari panen.
A. Penilaian denda di lapangan (ancak panen)
þ Brondolan tinggal di piringan / pasar pikul Rp. 25 / butir
þ Buah matang tinggal di pokok Rp. 100 / Kg
þ Buah tinggal di piringan / gawangan Rp. 100 / Kg
þ Pelepah sengkleh kena egrek Rp. 300 / Pkk
þ Susunan pelepah tidak di gawangan mati Rp. 300 / Pkk
B. Penilaian denda di TPH
þ F00 (buah afkir) Rp. 200 / Kg
þ F0 (buah mentah) Rp. 100 / Kg
þ Gagang tidak cangkem kodok Rp. 100 / Kg
Pemeriksaan Oleh
Yang Didenda
Besarnya Denda
P2B dan Mandor Panen
- Pemanen
100%
Mandor I
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
100%
50%
50%
Asisten Afdeling
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
100%
50%
50%
25%
Kepala Dinas Tanaman
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
100%
50%
50%
25%
10%
Manejer Unit
- Pemanen
- P2B
- Mandor Panen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
- KD Tanaman
100%
50%
50%
25%
10%
5%
Pemeriksaan di Loading Ramp
- Jika buah fraksi F00 dan F0 tidak diberi tanda cross
- P2B
- Pemanen
- Mandor I
- Asisten Afdeling
100%
50%
10%
5%
Tabel : Ketentuan Besarnya Denda Panen
Catatan: nilai denda/Kg TBS untuk setiap kesalahan ditentukan tersendiri.
 
7. Premi Panen dan Brondolan
Premi panen dan brondolan diberikan terpisah dengan nilai premi per-Kg yang berbeda. Pemberian premi panen bertujuan untuk meningkatkan pendapatan karyawan dan lebih memotivasi pemanen / petugas yang terkait dengan panen agar seluruh buah matang di lapangan terpanen. Sedangkan premi brondolan diberikan bertujuan untuk lebih memotivasi penguitpan brondolan dan meminimalisasi kehilangan brodolan di lapangan.
Premi panen diberikan secara perorangan dan ditentukan berdasarkan kapasistas, tahun tanam yang berkaitan deng produktivitas dan topografi. Semakin rndah produktivitas, semakin rendah basis borong dan semakin berbukit / curam topografinya semakin mahal premi panennya. Premi brondolan diberikan premi tersendiri dengan tarif ± 2,5 kali lipat premi TBS sesuai dengan berat brondolan yang dikumpulkan oleh masing-masing pemanen. Brondolan harus dalam keadaan bersih dari segala macam kotoran (sampah, tangakai tandan, batu dll). Dan berat brondolan tidak termasuk dalam berat TBS.
Premi dan denda panen per-orang dihitung dan dibukukan setiap hari oleh Krani Produksi di Afdeling. Kepada karyawan pelaksana yang sudah mendapatkan premi, tidak dibenarkan mendapat lembur.
P = {(K – BB) NP} – D
Rumus Premi Panen TBS :
P : Premi (Rp)
K : Kapasistas panen (Kg)
BB : Basis Borong (Kg)
NP : Nilia Premi (Rp/Kg TBS)
D : Denda
Pb = Kb x NPb
Rumus Premi Brondolan :
Pb : Premi Brondolan (Rp)
Kb : Kapasistas (Jumlah Brondolan yang dikumpulkan dalam Kg)
NPb : Nilai Premi Brondolan (Rp/Kg brondolan)
 
8. Premi Pengawas
Besarnya premi pengawas ditentukan berdasarkan ”capaian produksi dari pemanen yang menjadi bawahannya dikalikan dengan nilai tarif premi yang telah ditetapkan”. Kepada petugas pengawas panen, baik karyawan Pimpinan maupun karyawan pelaksana yang tidak bekerja / berhalangan karena cuti atau keperluan lain , tidak diberikan premi.
C Tarif Premi Mandor Panen
þ Premi Panen (TBS) rata = Rp 150/ Kg TBS
þ Premi Brondolan rata = Rp 300 / Kg Brondolan
C Tarif Premi Mandor I
þ Premi Panen (TBS) rata = Rp 110/ Kg TBS
þ Premi Brondolan rata = Rp 300 / Kg Brondolan
C Premi Kerani Afdeling = Rp 0,80 x Jumlah Premi Mandor I
C Tarif Premi Krani Panen = Rp 0,72 x Jumlah Premi Mandor I
C Tarif Premi Petugas Pemeriksa Buah = Rp 0,80 x Premi Mandor Panen yang
diikutinya.
C Tarif Premi Pengumpul Brondolan = Rp 300 x Premi Mandor panen yang
diikutinya.
C Tarif Premi Pengawas Karyawan Pimpinan
þ Premi pengawas karyawan pimpinan hanya diberikan kepada Asisten Afdeling, apabila capaian produksi > RKAP setiap bulannya.
Asisten Afdeling = Jumlah produksi x nilai premi / Kg TBS
Catatan: nilai premi/Kg TBS dapat ditentukan tersendiri.

 Sumber : http://diemaspoenya.blog.com/2009/10/03/panen/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar